kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Apindo minta pemerintah akui adanya over supply ayam


Senin, 01 Juli 2019 / 20:51 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga saat ini, harga ayam di tingkat peternak masih rendah. Bahkan, di Jawa Tengah harga ayam di tingkat peternak masih berkisar Rp 12.000 per kg.

Ketua Peternakan dan Perikanan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J. Supit berpendapat, anjloknya harga ayam di tingkat peternak saat ini memang dikarenakan berlebihnya pasokan ayam (over supply). Karena itu, dia berharap pemerintah mengakui hal ini dan tidak melempar tanggung jawab ke pihak lain.

"Kalau memang over supply, kita akui apa adanya, jangan jadi menyalahkan broker. Kan over supply itu ada dua kemungkinan, bisa karena produksi berlebihan atau adanya permintaan yang menurun," tutur Anton kepada Kontan.co.id, Senin (1/7).

Anton mengatakan memang tidak mudah menstabilkan harga ayam, dia mengatakan supaya harga ayam bisa terus stabil, maka industri peternakan ayam harus disehatkan terlebih dahulu baik dari hulu hingga hilir, dari ketersediaan pakan, rumah pemotongan, hingga tersedianya cold storage.

Lebih lanjut Anton berpendapat harga ayam di tingkat peternak tidak akan bisa terangkat bila pemerintah memerintahkan pelaku usaha untuk menaikkan harga. Pasalnya, tidak ada permintaan dari pasar.

Dia pun berharap pemerintah mencari jalan keluar permasalahan ini bersama-sama dengan semua pihak terkait. "Harus terbuka, duduk bersama dengan stakeholder dan jangan setelah didemo baru bereaksi," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×