kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.008   36,00   0,21%
  • IDX 7.022   -114,92   -1,61%
  • KOMPAS100 967   -21,57   -2,18%
  • LQ45 714   -14,61   -2,01%
  • ISSI 244   -4,92   -1,97%
  • IDX30 388   -4,33   -1,10%
  • IDXHIDIV20 485   -2,12   -0,43%
  • IDX80 109   -2,57   -2,31%
  • IDXV30 132   0,44   0,33%
  • IDXQ30 126   -0,69   -0,54%

Apindo Sebut Skema WFH untuk Hemat BBM Tak Bisa Diterapkan di Semua Sektor


Senin, 16 Maret 2026 / 21:43 WIB
Apindo Sebut Skema WFH untuk Hemat BBM Tak Bisa Diterapkan di Semua Sektor
ILUSTRASI. Shinta Widjaja Kamdani (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kalangan pengusaha menilai rencana penerapan skema work from home (WFH) untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) tidak dapat diberlakukan secara seragam di seluruh sektor usaha.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, banyak sektor riil yang mengharuskan pekerja hadir secara langsung di lokasi kerja.

Sektor seperti industri manufaktur, perdagangan, logistik hingga layanan operasional lapangan dinilai sulit menerapkan pola kerja jarak jauh.

Baca Juga: Apa Risiko Pakai BBM Tak Sesuai Spesifikasi Mesin? Ini Kata Pakar ITB

“Jika wacana ini diterapkan, tentu tidak dapat diimplementasikan secara seragam di semua sektor,” kata Shinta, Senin (16/3/2026).

Menurut Shinta, hanya sebagian sektor yang memiliki fleksibilitas untuk menjalankan pola kerja dari rumah, misalnya industri teknologi informasi.

Karena itu, keputusan penerapan WFH sebaiknya diserahkan kepada masing-masing perusahaan agar menyesuaikan kebutuhan operasional dan karakteristik usahanya.

“Agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan karakteristik sektornya masing-masing perusahaan,” ujarnya.

Apindo juga meminta pemerintah melakukan kajian lebih mendalam serta membuka ruang diskusi dengan dunia usaha apabila kebijakan WFH akan diterapkan, baik bagi aparatur sipil negara maupun pekerja swasta.

Langkah ini dinilai penting agar upaya penghematan BBM tidak mengganggu aktivitas ekonomi.

Baca Juga: Apindo Sebut Masuknya Investasi Oracle Harus Diiringi Perbaikan Sistem

Di sisi lain, dunia usaha juga mencermati langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi dan pengelolaan harga BBM agar tidak membebani kegiatan ekonomi.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Kabinet Merah Putih mengkaji skenario penerapan WFH dan kemungkinan pengurangan hari kerja untuk menekan konsumsi BBM. Arahan itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

“Kita bersyukur kita aman, tetapi kita juga harus tetap berupaya mengurangi konsumsi BBM kita,” kata Prabowo.

Wacana tersebut muncul di tengah lonjakan harga minyak dunia yang dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak dari negara-negara Teluk.

Baca Juga: Apindo: Indeks Alfa UMP 2026 0,5-0,9 Berat Bagi Pengusaha dan Bisa Sebabkan PHK

Gangguan tersebut membuat harga minyak dunia melonjak dari sekitar 60 dolar AS per barel menjadi sekitar 115 dolar AS per barel. Data Trading Economics menunjukkan harga minyak mentah WTI saat ini berada di kisaran 96,968 dolar AS per barel.

Kenaikan harga ini berpotensi menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengingat asumsi harga minyak mentah dalam APBN ditetapkan sekitar 70 dolar AS per barel.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/03/16/212400426/wfh-untuk-hemat-bbm-pengusaha--tak-bisa-seragam-di-semua-sektor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×