kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

APJII Beberkan Plus-Minus Jika Starlink Masuk ke Indonesia


Kamis, 21 September 2023 / 18:50 WIB
APJII Beberkan Plus-Minus Jika Starlink Masuk ke Indonesia
ILUSTRASI. Bos Starlink Elon Musk. REUTERS/Jonathan Ernst


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menilai rencana ekspansi proyek pengembangan konstelasi satelit milik Elon Musk, yaitu Starlink, memiliki plus-minus bagi kelangsungan industri telekomunikasi nasional.

Ketua Umum APJII Muhammad Arif Angga mengatakan, ekspansi Starlink di Indonesia tentu menjadi perhatian tersendiri bagi para pelaku industri telekomunikasi nasional. Di atas kertas, kehadiran Starlink dapat mendorong aksesibilitas internet di daerah terpencil yang selama ini sukar dijangkau oleh penyedia jasa internet lokal.

Starlink juga berpotensi mempercepat digitalisasi di banyak sektor, terutama pendidikan, kesehatan, dan UMKM di daerah-daerah terpencil.

“Terdapat juga potensi kolaborasi antara Starlink dan penyedia jasa lokal untuk meningkatkan kualitas dan cakupan layanan ke masyarakat,” ujar Arif, Kamis (21/9).

Baca Juga: Menjaga Ketahanan dan Keamanan Siber, Indonesia Harus Memiliki Strategi Khusus

Namun, sisi negatifnya adalah keberadaan Starlink dapat meningkatkan tensi persaingan bisnis bagi kalangan penyedia jasa internet lokal. Besar kemungkinan tekanan akibat ekspansi Starlink dirasakan oleh perusahaan-perusahaan jasa internet skala kecil atau menengah.

Selain itu, Starlink juga bisa menimbulkan risiko ketergantungan infrastruktur telekomunikasi terhadap pemain global.

“Ini mungkin bisa mempengaruhi kedaultan siber Indonesia,” kata dia.

Maka dari itu, APJII menekankan kepada para pelaku usaha untuk mengedepankan keunggulan lokal. Misalnya melalui pemahaman kebutuhan konsumen domestik, layanan purna jual, dan integrasi dengan layanan lokal lainnya.

Pelaku usaha jasa internet juga dituntut terus berinovasi yang berlandaskan aspek keberlanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan dan menawarkan paket internet yang kompetitif kepada konsumen.

Namun kembali lagi, biar bagaimanapun pelaku usaha jasa internet lokal tetap perlu membuka peluang kerja sama strategis dengan pemain global, termasuk Starlink, untuk mencapai tujuan layanan internet yang lebih berkualitas.

Baca Juga: Perangi Judi Online, Menkominfo Bakal Surati Operator Seluler

Sebelumnya, diberitakan bahwa Starlink hendak ekspansi ke Indonesia. Bahkan, menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut Starlink sebenarnya sudah mendirikan perusahaan di Indonesia dengan nama PT Starlink Service Indonesia.

Akan tetapi, Starlink disebut-sebut ingin beroperasi dengan konsep over the top (OTT) yang berarti perusahaan tersebut enggan merekrut karyawan lokal saat beroperasi di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×