kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

APTRI: Stop izin impor gula


Selasa, 16 Desember 2014 / 22:11 WIB
APTRI: Stop izin impor gula
ILUSTRASI. Gambar Hari Bhayangkara 2023. 


Reporter: Handoyo | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mendesak agar pemerintah tidak memberikan izin impor terlebih dahulu sebelum stok gula rakyat habis terserap pasar. Pasalnya saat ini masih ada stok gula milik petani yang jumlahnya mencapai 400.000 ton yang tersebar di beberapa wilayah.

Dengan adanya rencana impor gula mentah tersebut, Soemitro bilang kondisi tersebut membuat harga gula petani anjlok hingga di bawah Harga Patokan Petani (HPP) yang ditetapkan Kemendag. DI akhir tahun ini lelang gula hanya sebesar Rp 7.500 per kilogram (kg). "Bahkan ada yang menawar pembayarannya di Januari," kata Soemitro Samadikoen Ketua Umum  APTRI, Selasa (16/12).

Soemitro sendiri bilang perlu pencabutan surat Menteri Perdagangan No.111/M-DAG/2/2009 tentang Petunjuk Pendistribusian Gula Rafinasi. Menurutnya selama ini kebijakan tersebut membuat distorsi pasar gula lantaran gula rafinasi berpotensi merembes melalui distributor.

Terkait dengan izin impor gula mentah yang diberikan kepada industri rafinasi, Soemitro bilang jumlah yang diberikan tersebut telalu besar. Dia mengharap agar pemberian alokasi impor bertahap sesuai dengan kebutuhan pasar. Menurut Perhitungan APTRI, kebutuhan gula rafinasi setiap tahun hanya 2 juta ton. "Beri dulu 1,8 juta ton, jangan sudah-sudah kasih 2,8 juta ton," kata Soemitro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×