kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

APTRI: Stop izin impor gula


Selasa, 16 Desember 2014 / 22:11 WIB
ILUSTRASI. Gambar Hari Bhayangkara 2023. 


Reporter: Handoyo | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mendesak agar pemerintah tidak memberikan izin impor terlebih dahulu sebelum stok gula rakyat habis terserap pasar. Pasalnya saat ini masih ada stok gula milik petani yang jumlahnya mencapai 400.000 ton yang tersebar di beberapa wilayah.

Dengan adanya rencana impor gula mentah tersebut, Soemitro bilang kondisi tersebut membuat harga gula petani anjlok hingga di bawah Harga Patokan Petani (HPP) yang ditetapkan Kemendag. DI akhir tahun ini lelang gula hanya sebesar Rp 7.500 per kilogram (kg). "Bahkan ada yang menawar pembayarannya di Januari," kata Soemitro Samadikoen Ketua Umum  APTRI, Selasa (16/12).

Soemitro sendiri bilang perlu pencabutan surat Menteri Perdagangan No.111/M-DAG/2/2009 tentang Petunjuk Pendistribusian Gula Rafinasi. Menurutnya selama ini kebijakan tersebut membuat distorsi pasar gula lantaran gula rafinasi berpotensi merembes melalui distributor.

Terkait dengan izin impor gula mentah yang diberikan kepada industri rafinasi, Soemitro bilang jumlah yang diberikan tersebut telalu besar. Dia mengharap agar pemberian alokasi impor bertahap sesuai dengan kebutuhan pasar. Menurut Perhitungan APTRI, kebutuhan gula rafinasi setiap tahun hanya 2 juta ton. "Beri dulu 1,8 juta ton, jangan sudah-sudah kasih 2,8 juta ton," kata Soemitro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×