Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan
JAKARTA. Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) saat ini telah merealisasikan seluruh izin impor gula mentah yang diberikan. Untuk alokasi impor tahun depan, AGRI mengharap impor gula mentah pada tahun 2015 mendatang sebanyak 3,2 juta ton.
Ketua Umum AGRI Wisnu Hendraningrat mengatakan, permohonan alokasi impor tersebut dikarenakan tumbuhnya kebutuhan gula untuk industri makanan dan minuman yang mencapai 6% per tahun. "Setiap tahun kenaikan 6% kebutuhan gula untuk industri makanan dan minuman," kata Wisnu, Senin (17/11).
Jumlah pengajuan impor dari AGRI tersebut sudah didasarkan pada kontrak kerjasama dengan industri makanan dan minuman. Wisnu khawatir, bila rekomendasi pengajuan izin impor tersebut tidak diberikan maka akan terjadi kekurangan gula sehingga harga akan melambung tinggi.
Yamin Rahman Direktur Eksekutif AGRI menambahkan, saat ini kebutuhan gula rafinasi tidak hanya dimonopoli oleh perusahaan besar saja. Tetapi pengusaha kelas UKM juga mulai membutuhkannya. "Industri kecil perlu gula berkualitas," kata Yamin.
Mengutip data AGRI, saat ini dari 11 pabrik gula rafinasi kapasitas terpasangnya mencapai 3,6 juta ton per tahun. Namun dengan alokasi impor yang terpakai tersebut, utilisasinya masih sekitar 77%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News