kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.909   23,00   0,13%
  • IDX 6.097   -49,32   -0,80%
  • KOMPAS100 785   -6,80   -0,86%
  • LQ45 602   -3,78   -0,62%
  • ISSI 213   -1,72   -0,80%
  • IDX30 335   -1,12   -0,33%
  • IDXHIDIV20 429   -1,36   -0,32%
  • IDX80 90   -0,77   -0,85%
  • IDXV30 117   -0,22   -0,19%
  • IDXQ30 109   -0,24   -0,22%

APVI Asosiasi Vape Jawa Timur Siap Bangun Sinergi Industri Vape Berintegritas


Kamis, 08 Oktober 2026 / 11:45 WIB
APVI Asosiasi Vape Jawa Timur Siap Bangun Sinergi Industri Vape Berintegritas
ILUSTRASI. Penguatan Bisnis Vape (Dok/APVI)


Reporter: Fahriyadi | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (DPW APVI) Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam mendorong industri rokok elektronik yang tertib, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari Pengukuhan dan Pelantikan Kepengurusan DPW APVI Jawa Timur Masa Bakti 2026–2029 dengan tema “Sinergi Penguatan Industri Rokok Elektronik di Jawa Timur” di Legacy Ballroom Surabaya. Adapun kepengurusan baru ini dipimpin oleh Sandee Surya sebagai Ketua DPW APVI Jawa Timur yang dilantik langsung oleh Ketua Umum APVI Budianto selaku pimpinan asosiasi industri vape di tingkat nasional. Sama halnya dengan tingkat nasional, mayoritas anggota APVI di Jawa Timur merupakan UMKM yang terdiri dari produsen, distributor, hingga usaha toko.

Baca Juga: Industri Vape Minta BRIN Buka Data Klaim 100% Diabetes dan 92% Gangguan Paru

Pada momen ini, DPW APVI Jawa Timur juga mendeklarasikan komitmen #VapeBerintegritas. Komitmen ini mencakup penegasan bahwa industri vape tidak menjual ataupun melakukan promosi produk kepada individu yang berusia di bawah 21 tahun serta penolakan tegas terhadap produk ilegal dan penyalahgunaan vape.

Selain itu, DPW APVI Jawa Timur juga berkomitmen untuk tidak melakukan promosi yang melibatkan, ditujukan, maupun menyasar individu berusia di bawah 21 tahun. Pada poin keempat, komitmen #VapeBerintegritas memuat kesepakatan untuk menjalan kegiatan usaha secara profesional dan bertanggung jawab serta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

Sandee mengatakan keempat komitmen tersebut akan diterjemahkan melalui kerja organisasi yang terukur, komunikasi aktif, pendampingan berkelanjutan, edukasi yang bertanggung jawab, dan kontribusi nyata terhadap ekosistem industri yang berkelanjutan.

“Bagi kami, integritas bukan hanya soal slogan. Kami ingin DPW APVI Jawa Timur menjadi bagian dari upaya membangun industri yang semakin bertanggung jawab dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku,” kata Sandee, Kamis (8/10/2026).

Komitmen #VapeBerintegritas tersebut menjadi bagian dari arah kerja DPW APVI Jawa Timur periode 2026–2029, termasuk memperkuat kapasitas anggota serta membuka ruang dialog dengan pemerintah, regulator, akademisi, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sandee menyebut arah kepengurusan baru tersebut sebagai “nyawiji, mbangun, dan ngukuhake industri.” Nyawiji berarti menyatukan langkah seluruh unsur dalam ekosistem, mbangun berarti membangun organisasi, tata kelola, kepercayaan, dan kolaborasi, sedangkan ngukuhake industri diwujudkan melalui kepatuhan, tanggung jawab, dan kontribusi nyata.

Dengan kepengurusan baru dan komitmen tersebut, APVI Jawa Timur berharap industri rokok elektronik dapat berkembang secara lebih tertib dan profesional serta berkontribusi terhadap terbentuknya ekosistem usaha yang sehat dan berdaya saing.

Harapan bagi DPW APVI Jawa Timur

Dalam sambutannya, Budianto menyampaikan pesan bahwa asosiasi merupakan sebuah wadah, namun tanggung jawab untuk membangun industri adalah pekerjaan bersama. “APVI bekerja untuk industri, tetapi industri juga harus bersama APVI. Kita tidak bisa meminta organisasi menjadi kuat kalau industri sendiri tidak ikut memperkuat organisasi tersebut,” ujarnya.

Pengukuhan DPW APVI Jawa Timur diharapkan jadi momentum baik untuk mewujudkan hal itu, terutama di tengah dinamika regulasi dan berbagai isu yang berkembang. Senada dengan Budianto, Sandee mengatakan penguatan organisasi bukan sekadar membentuk struktur kepengurusan, tetapi memastikan organisasi hadir untuk menjawab kebutuhan pelaku industri dan membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan.

“Kami ingin membangun fungsi organisasi yang benar-benar hadir dan bekerja. Hadir untuk mendengar kebutuhan teman-teman industri, membangun komunikasi bersama para pemangku kepentingan, serta mendorong kepatuhan dan perlindungan bagi pelanggan,” ujar Sandee.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi sebagai cara kerja utama DPW APVI Jawa Timur ke depannya. Sinergi ini akan dibangun melalui hubungan yang terbuka dengan pemerintah dan regulator, komunikasi dengan organisasi dunia usaha, serta koordinasi dengan jaringan APVI di berbagai wilayah.

Penguatan kolaborasi dengan dunia usaha juga dinilai penting untuk menghadapi dinamika industri dan regulasi. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengatakan, sebagai salah satu pemangku kepentingan di industri ini, Kadin berkepentingan untuk berjalan bersama pelaku industri rokok elektronik dalam menghadapi berbagai tantangan kebijakan.

“Posisi kami di Kadin tentunya memiliki kewajiban untuk bersama-sama dengan teman-teman industri rokok elektrik. Karena itu, teman-teman harus tetap semangat dan bersatu, serta terus belajar dan memahami kebijakan publik,” ujar Adik.

Dari sisi inovasi, Koordinator Inovasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur Himawan Estu mengatakan rokok elektronik merupakan salah satu bentuk inovasi dalam proses industrialisasi yang terus berkembang. Menurutnya, perkembangan tersebut juga perlu dilihat dari kontribusinya terhadap aktivitas ekonomi dan tenaga kerja.

“Vape ini adalah sebuah inovasi dalam proses industrialisasi. Sebagai produk baru dan inovasi, tentu tantangannya juga tidak mudah. Namun, hadirnya sebuah inovasi ini juga memberi penghidupan baru bagi beberapa dan sekelompok banyak orang yang mengais kehidupan di dalamnya,” kata Himawan.

Ia menilai perkembangan industri perlu berjalan beriringan dengan tata kelola dan kepatuhan terhadap regulasi yang semakin berkembang. “Tata kelola regulasi yang beriringan dengan kemajuan vape juga makin ketat dan makin banyak. Oleh sebab itu, menjaga integritas dan kepatuhan menjadi sangat penting,” ujar Himawan.

Empat Poin Komitmen

Empat poin utama dalam komitmen #VapeBerintegritas yang dideklarasikan oleh DPW APVI Jawa Timur antara lain adalah:

1. Tidak Menjual atau Memfasilitasi Produk kepada Individu di Bawah 21 Tahun. APVI Jawa Timur berkomitmen tidak menjual, memberikan, maupun memfasilitasi penggunaan produk rokok elektronik kepada individu berusia di bawah 21 tahun.

2. Menolak Peredaran Produk Ilegal dan Mencegah Penyalahgunaan. APVI Jawa Timur tidak mendukung penjualan, perdagangan, maupun distribusi produk rokok elektronik ilegal tanpa pita cukai serta berkomitmen mencegah penyalahgunaan produk, termasuk untuk narkotika, psikotropika, maupun obat-obatan terlarang.

3. Tidak Melakukan Promosi yang Menyasar Individu di Bawah 21 Tahun. APVI Jawa Timur berkomitmen tidak melakukan promosi, pemasaran, maupun komunikasi komersial yang melibatkan, ditujukan kepada, atau menyasar individu berusia di bawah 21 tahun.

4. Menjalankan Usaha Secara Profesional, Bertanggung Jawab, dan Beretika. APVI Jawa Timur mendorong seluruh anggota dan pelaku usaha menjalankan kegiatan secara profesional, bertanggung jawab, dan beretika, serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×