Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Perusahaan private equity Sriwijaya Capital besutan Arsjad Rasjid resmi mengumumkan investasi hingga US$ 20 juta di PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA), perusahaan pengembang energi surya yang menggarap proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai wilayah Indonesia. Saat ini SESNA tengah mengembangkan proyek PLTS jumbo di wilayah Morowali, Sulawesi Tengah.
Informasi yang diperoleh Kontan.co.id, SESNA menggandeng SembCorp akan membangun PLTS jumbo berkapasitas 262 MWp yang terintegrasi dengan BESS 80 Megawatt-hour (MWh) di kawasan industri Morowali Sulawesi Tengah. Adapun SembCorp adalah anak usaha PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).
Asal tahu saja, PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) adalah perusahaan energi terbarukan asal Indonesia yang berfokus pada pengembangan pembangkit listrik tenaga surya sejak 2013.
SESNA dikenal sebagai salah satu pelopor pengembang Independent Power Producer (IPP) tenaga surya yang dipercaya oleh pemerintah Indonesia, sekaligus aktif mengembangkan proyek-proyek surya untuk sektor pertambangan dan captive, serta sektor komersial dan industri.
SESNA kini telah menyelesaikan lebih dari 30 MWp proyek yang sudah beroperasi, dengan lebih dari 450 MWp dalam pipeline pengembangan. SESNA memiliki keahlian pada sistem PLTS hybrid, panel surya atap, serta instalasi ground-mounted berskala besar untuk industri dengan intensitas energi tinggi yang tengah menjalani proses dekarbonisasi.
Melalui layanan menyeluruh mulai dari pengembangan proyek hingga operasi dan pemeliharaan, termasuk skema Zero Capex, SESNA berkomitmen mendukung adopsi energi surya yang efisien dan berkelanjutan.
Arsjad Rasjid, Founder dan Chairman Sriwijaya Capital mengungkapkan bahwa investasi ini menandai langkah Sriwijaya Capital masuk ke sektor energi terbarukan, di tengah upaya pemerintah Indonesia mendorong transisi energi dan menekan ketergantungan pada energi fosil.
“Kami melihat peluang sangat besar untuk mendukung platform energi terbarukan yang berada di garis depan transisi energi Indonesia,” ujar Arsjad kepada Kontan.co.id pada Senin (26/1).
Ia menjelaskan, bahwa SESNA merupakan salah satu pemain energi terbarukan utama di Indonesia dengan kemampuan eksekusi yang telah terbukti, sejalan dengan keyakinan kami terhadap peluang dekarbonisasi di Asia Tenggara. "Investasi ini mendukung pertumbuhan SESNA sekaligus target jangka panjang Indonesia membangun industri yang kompetitif dan berkelanjutan," terang Arsjad.
Hartanto Tjitra, Chief Executive Officer, Sriwijaya Capital menambahkan, pihaknya bermitra dengan perusahaan yang berpotensi menjadi pemimpin di industrinya. Kemampuan teknis serta disiplin komersial yang dimiliki SESNA dalam melaksanakan berbagai proyek energi terbarukan merupakan potensi besar.
Sriwijaya Capital berkomitmen untuk bekerjasama dengan Rico dan tim, untuk bersama-sama meningkatkan value, memperluas skala operasional serta jangkauan SESNA.
Sementara Rico Syah Alam, Chief Executive Officer, SESNA, menuturkan bahwa Kemitraan dengan Sriwijaya Capital merupakan tonggak penting bagi perusahaan sekaligus memvalidasi strategi perusahaan dalam memperluas solusi energi terbarukan di Indonesia dan Asia Tenggara.
"Investasi strategis dan dukungan dari Sriwijaya Capital akan mengakselerasi kemampuan kami mengeksekusi proyek-proyek energi terbarukan dalam skala besar," ungkap dia.
Kata Rico, SESNA akan terus mengedepankan eksekusi terukur dan fundamental yang kuat, sebagai bentuk dukungan terhadap transisi Indonesia ke energi hijau.
Ia menjelaskan bahwa Sriwijaya Capital akan menerapkan pendekatan 3C, yaitu Capital, Collaboration dan Capability, dalam perannya sebagai mitra aktif SESNA untuk mencapai pertumbuhan. Kemitraan ini hadir di tengah momentum transisi energi Indonesia.
Target Net Zero Emissions (NZE) 2060 yang ditetapkan pemerintah, merupakan peluang pertumbuhan bagi pengembang energi terbarukan. Dukungan dari Sriwijaya Capital dan potensi energi terbarukan Indonesia, menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan SESNA.
SESNA memiliki kapabilitas operasional yang telah terbukti dengan portofolio PLTS ground-mounted dan rooftop, termasuk Battery Energy Storage Solutions (BESS). Hingga saat ini, SESNA telah mengembangkan lebih dari 30 Megawatt–peak (MWp) proyek surya dengan BESS yang telah beroperasi dan memiliki pipeline pengembangan lebih dari 450 MWp.
"Investasi Sriwijaya Capital akan mendukung pengembangan PLTS berkapasitas 262 MWp yang terintegrasi dengan BESS 80 Megawatt-hour (MWh) di Sulawesi Tengah," ujar Rico.
Selanjutnya: Pelaku Usaha Mulai Ekspansi, Bikin Melonjak Kredit Investasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













