kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Artotel Group Bidik Pertumbuhan 10%-12%, Maksimalkan Momentum Ramadan dan Lebaran


Jumat, 13 Maret 2026 / 18:10 WIB
Artotel Group Bidik Pertumbuhan 10%-12%, Maksimalkan Momentum Ramadan dan Lebaran
ILUSTRASI. Hotel ARTOTEL TS Suites Surabaya (Dok/ARTOTEL)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Artotel Group membidik pertumbuhan kinerja sekitar 10%–12% sepanjang tahun ini. Optimisme tersebut didorong oleh pemulihan tingkat hunian hotel serta momentum Ramadan hingga libur Lebaran.

Chief Operating Officer Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego mengatakan perusahaan menyiapkan sejumlah strategi untuk memaksimalkan periode Ramadan, salah satunya melalui paket khusus bagi segmen korporasi dan keluarga.

“Yang jelas kita mempunyai paket-paket juga. Paket-paket spesial di bulan Ramadan. Jadi dari sisi pricing dan juga dari sisi menu-menunya kita keluarkan yang berbeda,” ujarnya kepada Kontan Senin (9/3).

Menurut Eduard, kinerja perusahaan pada kuartal I-2026 menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan Maret, performa bisnis Artotel tercatat sekitar 15% lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Bridgestone Beri Layanan Tire Check di Rest Area Tol Cikampek untuk Mudik 2026

“Overall itu kita naik 10-12%. Karena tahun lalu dengan adanya efisiensi sebetulnya drop-dropnya tuh tahun lalu,” katanya.

Momentum libur Lebaran juga diperkirakan akan mendorong tingkat hunian hotel. Untuk sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, tingkat pemesanan kamar bahkan sudah mendekati penuh.

“Bookingannya udah mencapai 90%. Jadi orang untuk staycation di kota-kota udah mulai bagus,” ungkap Eduard.

Rata-rata tamu menginap sekitar dua malam selama periode libur Lebaran, bahkan sebagian mencapai tiga malam. Tren ini dipicu oleh kebijakan Flexible Working Arrangement (FWA) yang memberi fleksibilitas waktu kerja bagi sebagian pekerja.

“FWA itu membantu banget. Selain dia mudiknya lebih cepat atau lebih lama, tapi untuk tinggal nginep di hotelnya juga,” katanya.

Artotel mencatat periode puncak hunian hotel biasanya terjadi pada H-2 hingga H+2 Lebaran. Pada periode tersebut, perusahaan menargetkan tingkat okupansi dapat mencapai penuh, terutama di kota-kota tujuan wisata domestik.

Selain wisatawan individu, segmen keluarga menjadi salah satu pasar utama selama libur Lebaran. Mayoritas tamu menginap dalam kelompok keluarga kecil dengan durasi menginap relatif singkat.

Baca Juga: GAIKINDO: Prospek Kendaraan Niaga 2026 Ikuti Pertumbuhan Ekonomi dan Harga Komoditas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×