kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

Arwana (ARNA) Ungkap Faktor Pendongkrak Penjualan dan Penekan Laba pada 2025


Selasa, 03 Maret 2026 / 17:00 WIB
Arwana (ARNA) Ungkap Faktor Pendongkrak Penjualan dan Penekan Laba pada 2025


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) membeberkan sejumlah faktor yang memengaruhi kinerja penjualan dan perolehan laba pada tahun 2025. Penjualan neto produsen keramik ini naik 10,64% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 2,63 triliun menjadi Rp 2,91 triliun.

Hanya saja, beban pokok penjualan ARNA naik lebih tinggi, yakni 18,02% (yoy) menjadi Rp 2,03 triliun. Sejalan dengan ini, laba kotor ARNA menyusut 2,25% (yoy) dari Rp 904,33 miliar menjadi Rp 883,91 miliar pada 2025.

Secara bottom line, ARNA meraih laba bersih sebesar Rp 400,47 miliar sepanjang tahun 2025. Keuntungan ARNA menyusut 5,98% (yoy) dibandingkan capaian tahun 2024, yang kala itu tercatat sebesar Rp 425,97 miliar.

Chief Financial Officer Arwana Citramulia, Rudy Sujanto mengungkapkan bahwa penjualan ARNA tahun lalu terdongkrak oleh strategi portofolio produk (product mix) yang berorientasi pasar. ARNA mengusung konsep one stop shopping dengan menyiapkan portofolio produk yang bisa menjangkau semua segmen pasar.

Baca Juga: Kenaikan Volume dan Harga Jual Mendongkrak Kinerja Arwana Citramulia (ARNA)

ARNA menjangkau pasar menengah-bawah melalui merek ARWANA, kelas menengah dengan brand UNO, serta segmen menengah-atas melalui merek ARNA. Strategi ini mengangkat volume penjualan keramik Arwana Citramulia yang naik sekitar 3% sepanjang tahun 2025.

Pertumbuhan volume penjualan tersebut dibarengi dengan peningkatan harga jual rata-rata sekitar 8%. "Product development yang inovatif dan agresif pada tahun 2025. Kami mengeluarkan empat ratusan new design yang mendapat feedback positif dari pasar," ungkap Rudy kepada Kontan.co.id, Selasa (3/3/2026).

Strategi bisnis tersebut ditopang oleh ekspansi yang dilakukan ARNA melalui penguatan jaringan pemasaran. Pada tahun lalu, ARNA membuka tujuh depo dan subdistributor yang berlokasi di Rantau Prapat, Karawang, Wonogiri, Madiun, Probolinggo, Ambon, dan Timika.

"Arwana saat ini melayani sekitar 40.000-an outlet bahan bangunan melalui 56 subdistributor yang tersebar merata di seluruh Indonesia," terang Rudy.

Meski penjualan meningkat, perolehan laba ARNA tertekan oleh sejumlah pos beban. Adapun, beban pokok penjualan ARNA terutama bersumber dari beban pabrikasi senilai Rp 1,26 triliun, bahan baku sebesar Rp 620,08 miliar, dan upah buruh langsung sebesar Rp 85,98 miliar.

Beban pabrikasi, bahan baku, dan upah buruh langsung ARNA masing-masing mengalami kenaikan 23,52% (yoy), 16,29% (yoy), dan 11,31% (yoy). Rudy menyoroti kenaikan beban pabrikasi, yang terutama disebabkan oleh peningkatan biaya gas.

 

Rudy mengungkapkan bahwa biaya gas meningkat sekitar Rp 100 miliar dibandingkan tahun 2024. Kenaikan biaya ini turut berdampak terhadap harga pokok penjualan atau Cost of Goods Sold (COGS). "Sementara COGS naik karena harga gas yang naik akibat regasifikasi," tandas Rudy.

Dari sisi aksi korporasi, ARNA siap menggelar pembelian kembali saham (buyback). Merujuk keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Senin (2/3/2026), ARNA mengumumkan rencana buyback saham dengan menyediakan anggaran sebanyak-banyaknya Rp 100 miliar, yang bersumber dari kas internal.

Periode pembelian kembali saham ARNA akan dilakukan pada 9 April 2026–9 April 2027. Adapun, jumlah nominal saham yang akan dibeli ARNA akan tergantung pada harga saham di pasar bursa.

Manajemen ARNA berharap pembelian saham di bursa secara langsung akan membuat harga saham menjadi lebih stabil dan berdampak positif bagi para pemegang saham. "Diharapkan dengan kestabilan harga akan mendorong menuju nilai yang wajar dan lebih baik dan harga saham tersebut diharapkan dapat merefleksikan proforma pencapaian kinerja Perseroan," tulis keterbukaan informasi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×