kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

ASI: Kebijakan Anti Karbon Belum Pengaruhi Industri Semen Dalam Negeri


Kamis, 04 Juli 2024 / 18:04 WIB
ASI: Kebijakan Anti Karbon Belum Pengaruhi Industri Semen Dalam Negeri
ILUSTRASI. Ilustrasi. Asosiasi Semen Indonesia: kebijakan anti karbon belum pengaruhi industri semen Indonesia.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Lilik Unggul Raharjo mengatakan penerapan kebijakan antikarbon atau Carbon Border Adjusment Mechanism (CBAM) yang disebut akan berlaku Uni Eropa pada 2025 tidak berpengaruh pada produksi semen dalam negeri. 

"CBAM akan diterapkan di Eropa sekitar tahun 2025, dan kita tidak ada ekspor semen maupun clinker ke Eropa. Walau kita tidak ada ekspor ke Eropa, kita ingin mengetahui mekanisme implementasi CBAM masih belum clear ini, mengingat potensi diterapkan di negara lain," ungkap Lilik saat dihubungi Kontan, Kamis (04/07).

Lilik menambahkan, meski tak berdampak secara langsung dirinya mengatakan bahwa lebih dari 70% semen yang beredar di dalam negeri sudah lebih ramah lingkungan dengan kandungan karbon yang lebih rendah. 

Baca Juga: Upaya Industri Semen Indonesia Terus Bertransformasi Menuju Keberlanjutan

"Sedangkan sisanya (30%) yang ada, kita terus mendorong Kementerian PUPR agar merubah spesifikasi semen untuk bahan konstruksi ke semen yang lebih ramah lingkungan," ungkapnya. 

Sementara untuk tujuan ekspor, saat ini produsen semen di Indonesia memang belum bisa mengetuk negara-negara di Eropa sebagai tujuan mereka. 

"Pasar ekspor kita terbesar ya, lebih dari 50% itu masih ke  Bangladesh, kemudian di susul ke Australia, sisanya beberapa negara lainya seperti Taiwan, Philipine dan Timor Leste," pungkas Lilik. 

Baca Juga: Pejabat Otorita IKN Mundur, Ini Kata Emiten Properti yang Lagi Menggarap Proyek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×