kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.957   -38,00   -0,22%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Asosiasi Pengemudi Ojol Dorong Pengalihan Subsidi BBM ke Sepeda Motor Listrik


Selasa, 24 Maret 2026 / 11:24 WIB
Asosiasi Pengemudi Ojol Dorong Pengalihan Subsidi BBM ke Sepeda Motor Listrik
ILUSTRASI. Pengendara ojeg online (ojol) mengganti baterai di SPKLU (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pengemudi Ojek Online (Ojol) Garda Indonesia mendorong pemerintah untuk mengkaji pengalihan sebagian subsidi bahan bakar minyak (BBM) menjadi subsidi pembelian sepeda motor listrik bagi pengemudi ojol, yang disertai penyediaan fasilitas pembiayaan terjangkau untuk program penukaran sepeda motor berbahan bakar minyak.

Imbauan ini seiring konflik Timur Tengah yang melibatkan Israel-Amerika Serikat (AS) dan Iran yang menyebabkan ketidakstabilan, sehingga mengancam ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) global, termasuk untuk Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono mengatakan, ekosistem ojek online telah menjadi pilar utama dalam rantai pasok barang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta transportasi penumpang yang efisien. 

Baca Juga: Laju Penjualan Sepeda Motor Listrik Tak Lagi Menderu

Dus, dengan estimasi 7 juta pengemudi ojek daring di seluruh Indonesia, pengalihan subsidi BBM ke sepeda motor listrik dinilai menjadi langkah strategis guna mengurangi ketergantungan impor BBM, menekan emisi gas rumah kaca, dan memperkuat ketahanan energi nasional.

"Asosiasi mengimbau pemerintah untuk segera mengkaji dan mengimplementasikan kebijakan ini, termasuk skema pembiayaan kredit berbunga rendah bagi pengemudi ojek daring. Inisiatif tersebut tidak hanya menjadi solusi mitigasi krisis BBM, melainkan juga katalisator transformasi ekonomi berkelanjutan melalui sektor gig economy (pekerjaan informal)," ungkap Igun dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan, Selasa (24/3/2026).

Baca Juga: Aismoli: Penjualan Motor Listrik Masih Moderat hingga Akhir Tahun 2025

Ia menegaskan, pihaknya juga siap menjalin kerja sama dan kajian bersama dengan instansi pemerintah terkait, platform ojol, sektor pembiayaan, serta produsen sepeda motor listrik untuk merealisasikan inisiatif ini sebagai bentuk mitigasi potensi krisis BBM di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×