kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

Pemerintah Pastikan Tak Ada Insentif Motor Listrik di 2026, Ini Kata Aismoli


Kamis, 29 Januari 2026 / 18:12 WIB
Pemerintah Pastikan Tak Ada Insentif Motor Listrik di 2026, Ini Kata Aismoli
ILUSTRASI. Subsidi Motor Listrik (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) merespons keputusan pemerintah tidak memberikan insentif untuk motor listrik pada 2026.

Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi mengatakan, tanpa insentif, mencapai target penjualan motor listrik menjadi lebih menantang. Namun, target penjualan 75.000 unit motor listrik tahun ini dinilai belum perlu direvisi selama ada dukungan kebijakan lain dan strategi pasar yang adaptif.

"Aismoli memahami kondisi fiskal pemerintah saat ini. Fokus kami bukan hanya insentif, tetapi kontinuitas kebijakan pro kendaraan listrik, baik fiskal maupun non-fiskal, agar industri tetap punya kepastian," katanya saat dihubungi Kontan, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Kelangkaan BBM di SPBU, Ini Jawaban dari Shell Indonesia

Bagaimanapun, lanjutnya, industri saat ini dituntut untuk kreatif dalam skema penjualan dan pembiayaan. Selain itu, perusahaan disebut perlu lebih inovatif dalam edukasi konsumen dan layanan purna jual.

Ia meyakini, penjualan motor listrik masih bertumbuh  meskipun pertumbuhannya tak secepat dibanding saat ada insentif. "Pertumbuhan yang melambat menandakan bahwa insentif berperan sebagai akselerator awal pasar," imbuh Budi.

Secara keseluruhan, meskipun pasar berpotensi tertekan tanpa insentif, Budi mencermati, industri masih mampu bertahan jika kebijakan bersifat konsisten, diiringi dengan pelaku usaha yang adaptif.

"Kita mendorong kepastian regulasi dan menjaga kepercayaan pasar. Yang dibutuhkan adalah kebijakan non-fiskal yang konsisten, serta sinkronisasi pusat daerah," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan, pemerintah tidak memberi insentif untuk motor listrik pada tahun ini. 

Agus bilang, keputusan ini diambil dengan sejumlah pertimbangan, termasuk kekuatan fiskal pemerintah saat ini. Namun, Kemenperin disebut tidak menutup kemungkinan adanya opsi pemberian insentif motor listrik pada tahun berikutnya.

Selanjutnya: GENTLY Baby Hadirkan Multipurpose Balm untuk Bantu Atasi Masalah Kulit Anak

Menarik Dibaca: GENTLY Baby Hadirkan Multipurpose Balm untuk Bantu Atasi Masalah Kulit Anak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×