kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.325
  • EMAS681.000 0,89%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) harapkan dukungan pemerintah

Rabu, 24 April 2019 / 20:24 WIB

Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) harapkan dukungan pemerintah
ILUSTRASI. PENJUALAN IKAN AIR TAWAR

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun lalu, industri ikan pangasius (patin) sempat melambat. Ini disebabkan oleh kesulitan mendapatkan indukan pangasius.

"Setelah kesulitan mendapatkan indukannya, kami kesulitan mendapatkan bibitnya," kata Samiono Direktur PT Central Pertiwi Bahari, anak perusahaan CP Prima, yang juga tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) bidang pengembangan industri, Rabu (24/4).


Ia menambahkan kesulitan ini salah satunya disebabkan karena kurangnya integrasi. ACPI merasa keberpihakan pemerintah terhadap perikanan budi daya masih kurang jika dibandingkan dengan perikanan tangkap.

"Siapapun yang terpilih nantinya semoga bisa memberikan perhatian lebih terhadap usaha budi daya yang melibatkan banyak masyarakat ini," katanya lagi.

Samino menambahkan, standar secara umum dari sisi kualitas maupun keamanan belum diterapkan atau diwajibkan. Hal ini menyebabkan masih adanya pangasius dari Vietnam masuk secara ilegal. " Kami berharap benar-benar dibenahi penerapan standarnya," tegas Samiono.

Hal yang sama diungkapkan oleh Budi Muliono, Bendahara Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia, yang juga menjabat sebagai Chairman PT Adib Global Food. Ia berharap adanya penguatan terhadap payung hukum.

"Bagaimana penindakan terhadap ilegal, insentif terkait usaha ekspor. Jangan biarkan kita berjuang sendiri," katanya ketika bertemu Kontan.co.id, Rabu (24/4).

Jika tidak ada perlakuan standar dan penegakan aturan yang jelas, industri pangasius akan kerepotan nantinya. Dari sisi bibit misalnya, bibit harus sesuai dengan kebutuhan pasar. Jika masih ada pangasius ilegal yang masuk, memungkinkan terjadi over suply, sehingga pertumbuhan industri pun bisa terhambat.


Reporter: Kenia Intan
Editor: Yoyok
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0454 || diagnostic_web = 0.2436

Close [X]
×