kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.847   27,00   0,16%
  • IDX 8.378   -18,25   -0,22%
  • KOMPAS100 1.179   -4,02   -0,34%
  • LQ45 846   -1,51   -0,18%
  • ISSI 299   -1,06   -0,35%
  • IDX30 445   -0,26   -0,06%
  • IDXHIDIV20 531   0,87   0,16%
  • IDX80 131   -0,42   -0,32%
  • IDXV30 144   -0,61   -0,42%
  • IDXQ30 143   0,27   0,19%

Astra Otoparts (AUTO) Cetak Rekor Laba Bersih pada 2025, Ini Faktor Pendongkraknya


Selasa, 24 Februari 2026 / 12:15 WIB
Astra Otoparts (AUTO) Cetak Rekor Laba Bersih pada 2025, Ini Faktor Pendongkraknya
ILUSTRASI. Astra Otoparts (AUTO) raih laba bersih Rp 2,20 triliun pada 2025


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) meraih laba bersih senilai Rp 2,20 triliun sepanjang tahun 2025. Hasil ini merupakan rekor kinerja tertinggi dalam empat tahun berturut-turut dan sepanjang sejarah emiten komponen otomotif dari Grup Astra ini.

Keuntungan AUTO meningkat 8,37% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan laba bersih tahun 2024, yang kala itu tercatat sebesar Rp 2,03 triliun.

Adapun, perolehan laba bersih AUTO di dalamnya sudah termasuk perhitungan atas laba penjualan aset tetap yang dibukukan pada tahun 2024.

Peningkatan bottom line AUTO sejalan dengan kenaikan pendapatan bersih yang tumbuh 4,35% (yoy) dari Rp 19,07 triliun menjadi Rp 19,90 triliun pada 2025.

Baca Juga: Industri Vape Perkuat Kampanye Larangan Penjualan bagi Usia di Bawah 21 Tahun

Merujuk laporan keuangan yang rilis di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (24/2/2026), Pendapatan AUTO tahun lalu didapat dari penjualan barang senilai Rp 19,83 triliun dan pendapatan jasa sebesar Rp 76,27 miliar.

Sumber pendapatan AUTO didapat dari pihak ketiga senilai Rp 12,98 triliun dan pihak-pihak berelasi senilai Rp 6,92 triliun. Pendapatan pihak ketiga dari pasar lokal tercatat senilai Rp 11,17 triliun dan ekspor sebesar Rp 1,81 triliun.

Pendapatan AUTO dari pasar lokal dan ekspor masing-masing tumbuh 2,10% (yoy) dan 12,42% (yoy).

Presiden Direktur Astra Otoparts, Hamdhani Dzulkarnaen Salim menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan dan laba bersih AUTO pada 2025 didukung penetrasi pasar, penambahan portofolio produk, dan peningkatan kinerja operasional secara berkelanjutan. Sekaligus mencerminkan resiliensi bisnis dan kekuatan fundamental dalam menjaga kinerja.

Di tengah dinamika industri otomotif, AUTO menunjukkan kinerja yang resilien, didukung oleh portofolio bisnis terdiversifikasi pada segmen manufaktur dan perdagangan yang diperkuat dengan ekspor. Hamdhani menegaskan, ketangguhan kinerja ini menjadi landasan bagi AUTO untuk terus bertumbuh.

"Tercermin dari kenaikan pendapatan dan laba bersih yang mencetak rekor baru dalam empat tahun berturut-turut dan tertinggi sepanjang sejarah Perseroan. Capaian tersebut menegaskan kekuatan fundamental Perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang," ungkap Hamdhani melalui rilis yang diterima Kontan.co.id, Selasa (24/2/2026).

Kinerja Segmen Manufaktur

Sepanjang tahun 2025, segmen manufaktur AUTO membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 10,57 triliun, meningkat 4,2% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didukung oleh penguatan portofolio produk, termasuk kontribusi model kendaraan baru dari pelanggan Original Equipment Manufacturer (OEM) baik roda dua maupun roda empat, serta kinerja ekspor yang tetap solid sepanjang tahun.

Guna menjaga daya saing, AUTO memperkuat kapabilitas produksi melalui otomasi dan digitalisasi guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

"Perseroan juga terus mengembangkan kompetensi engineering serta memperluas kolaborasi dengan mitra strategis guna memastikan standar kualitas yang kompetitif dalam menjawab perkembangan teknologi dan kebutuhan pelanggan yang semakin kompleks," jelas Hamdhani.

 

Sejalan dengan transformasi industri menuju era elektrifikasi, AUTO memperkuat peran melalui dua inisiatif utama, yakni produksi berbagai komponen kendaraan xEV—antara lain auxiliary battery, hybrid damper, hose cooling inverter & motor, hingga battery case— serta pengembangan produk EV charging untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Selain itu, AUTO terus memperluas portofolio ke industri non-otomotif seperti alat kesehatan, komponen alat berat, dan sektor industri lainnya. Hal ini sebagai bagian dari strategi membangun sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan dan memperkuat struktur bisnis jangka panjang.

Kinerja Segmen Perdagangan

Pada tahun 2025, AUTO mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 9,34 triliun dari segmen perdagangan, atau meningkat 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh penguatan pasar domestik, peluncuran produk baru, ekspansi jaringan ritel yang berkelanjutan, serta kinerja ekspor yang tetap solid sepanjang tahun.

Kinerja domestik didukung oleh jaringan distribusi melalui 49 diler utama dan 27 kantor penjualan yang melayani sekitar 15.000 toko suku cadang di seluruh Indonesia.

Hingga akhir 2025, AUTO mengoperasikan 654 gerai ritel, mencakup Astra Otoservice, Super Shop & Drive, Shop & Drive, Shop & Bike, serta Motoquick, meningkat dari 603 gerai pada tahun sebelumnya.

Guna memperluas akses pasar, AUTO mengembangkan platform Astra Otoshop yang melayani segmen business to business bagi mitra usaha serta business to consumer bagi pelanggan akhir.

Melalui kanal business to consumer, pelanggan dapat melakukan pembelian produk secara online dan memanfaatkan jaringan gerai offline AUTO untuk layanan pemasangan maupun penggantian.

Dalam mendukung transisi menuju era elektrifikasi, AUTO turut mengelola infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik melalui Astra Otopower yang hingga akhir 2025 telah mengoperasikan 65 unit di 57 lokasi di Indonesia. Hal ini memperluas peran AUTO dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.

Baca Juga: Perpres Baru Terbit, Skema Subsidi Pupuk Dinilai Lebih Transparan

Hamdhani mengatakan, kinerja tahun 2025 mencerminkan konsistensi AUTO dalam menjalankan strategi pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan, didukung oleh penguatan pasar domestik serta pertumbuhan kinerja ekspor di seluruh lini usaha.

Penguatan kapabilitas manufaktur, perluasan jaringan perdagangan, serta pengembangan bisnis di era elektrifikasi menjadi fondasi bagi AUTO dalam membangun struktur usaha yang semakin adaptif dan resilient.

"Ke depan, Perseroan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra terpercaya dalam mendukung perkembangan industri otomotif nasional maupun regional," tandas Hamdhani.

Prospek Kinerja pada 2026

Secara terpisah, Direktur Astra Otoparts Sophie Handili mencermati sejumlah tantangan yang membayangi industri otomotif pada tahun 2026. Meski begitu, AUTO tetap melihat berbagai peluang melalui penguatan fundamental bisnis dan diversifikasi sumber pendapatan.

AUTO pun tetap menargetkan pertumbuhan kinerja dengan fokus pada ekspansi pasar dan peningkatan efisiensi.

"Perseroan akan mempertahankan strategi utama yang dijalankan melalui penambahan produk baru, perluasan jaringan distribusi melalui penambahan jumlah outlet, serta inisiatif ekspansi guna memperluas pasar ekspor," ungkap Sophie kepada Kontan.co.id beberapa hari yang lalu.

AUTO juga akan mempercepat diversifikasi bisnis ke segmen nonotomotif, seperti medical devices, komponen alat berat dan pertambangan, serta sektor industri lainnya, sebagai bagian strategi di luar bisnis otomotif.

Selain itu, AUTO akan melanjutkan dan meningkatkan program efisiensi yang telah berjalan, termasuk cost reduction, otomasi proses produksi, serta digitalisasi operasional. 

Fokus utama AUTO menjaga struktur biaya yang kompetitif dan meningkatkan produktivitas agar kinerja keuangan perseroan tetap terjaga di tengah kondisi pasar yang menantang.

"Dengan kombinasi strategi pertumbuhan dan efisiensi tersebut, Perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja yang lebih resilien dan berkelanjutan sepanjang 2026," tandas Sophie.

Selanjutnya: IHSG Turun 0,26% ke 8.374 Sesi I, Top Losers LQ45: BUMI, SCMA & EMTK, Selasa (24/2)

Menarik Dibaca: Hemat Biaya Mudik 2026, Promo Tiket.com Tawarkan Diskon Bus hingga 50%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×