kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.811   16,00   0,10%
  • IDX 7.896   -434,06   -5,21%
  • KOMPAS100 1.101   -64,06   -5,50%
  • LQ45 800   -33,57   -4,03%
  • ISSI 278   -19,33   -6,49%
  • IDX30 419   -10,48   -2,44%
  • IDXHIDIV20 503   -6,34   -1,24%
  • IDX80 123   -6,56   -5,08%
  • IDXV30 135   -3,62   -2,60%
  • IDXQ30 137   -1,97   -1,42%

Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) kejar pendapatan US$ 64 juta di akhir 2019


Senin, 04 November 2019 / 20:45 WIB
Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) kejar pendapatan US$ 64 juta di akhir 2019
ILUSTRASI. Suasana kantor PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk di Jakarta, Kamis (31/10). KONTAN/Baihaki/31/10/2019


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo

Kontribusi paling besar dari bisnis sewa pelabuhan sebesar US$ 34,3 juta yang tumbuh 385% yoy dari sebelumnya US$ 7,61 juta. Kemudian segmen lainnya yakni sewa crusher sebesar US$ 13,7 juta.

Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan ke entitas induk juga melesat hingga 478% yoy menjadi US$ 12,91 juta dari sebelumnya rugi bersih sebesar US$ 3,41 juta di periode yang sama tahun sebelumnya. Kurniawati menjelaskan pendapatan dan laba di periode ketiga tahun ini sudah sejalan dengan target yang ditetapkan sejak awal.

Kurniawati menjelaskan laba Astrindo mampu tumbuh pesat karena meningkatnya volume penanganan batubara pelanggan utama Astrindo. Selain itu karena biaya beban bunga dan restrukturisasi pinjaman yang dilakukan pada akhir 2018.

Baca Juga: Astrindo (BIPI) melanjutkan proyek Sumatra dan Kalimantan senilai US$ 2,5 miliar

Adapun sejauh ini, serapan capex Astrindo diperkirakan sekitar US$ 200.000. Kurniawati menyatakan serapan belanja modal di kuartal tiga tahun ini masih rendah karena lebih diarahkan untuk pemeliharaan. Adapun belanja modal akan bertambah saat proyek sudah berjalan yang diperkirakan berkisar US$ 2,5 miliar besarnya.

Upaya Astrindo untuk meningkatkan likuiditas penyerapan belanja modal, Kurniawati menjelaskan Astrindo harus menyelesaikan due diligence dan feasibility study hingga sembilan proyek infrastruktur di Kalimantan dan Sumatera bisa beroperasi. BIPI berharap proyek ini mulai on stream di semester I 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×