kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Awal 2016, bisnis karet masih akan lesu


Selasa, 22 Desember 2015 / 21:21 WIB


Reporter: Mimi Silvia | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Keelesuan industri karet terlihat jelas pada penurunan ekspor periode Januari-September 2015 sebesar 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Aziz Pane Ketua Umum Dewan Karet Indonesia yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) mengatakan hal ini disebabkan oleh menurunnya pertumbuhan industri manufaktur di dunia.

"Baru ada titik terang pada kuartal III tahun 2016," kata Aziz kepada KONTAN, Selasa (22/12).

Pada kuartal 1 tahun depan saja, industri karet dan ban masih was-was dengan kebijakan The Fed jika menaikkan suku bunga.

"Kalau suku bunga kembali naik maka tentu pembeli kami berkurang," kata Aziz.

Ia menambahkan industri karet tidak muluk-muluk, tahun depan industri hanya berharap masih bisa survive.

Saat ini negara tujuan ekspor untuk ban masih didominasi oleh Timur Tengah.

"Cuma masalahnya masih terjadi gejolak ISIS di sana," kata Aziz.

Adapun untuk karet, tujuan ekspor yaitu China, Amerika, Jepang, dan India.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×