CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

B50 Berlaku Penuh 2027, Kebutuhan CPO Diprediksi Tembus 17 Juta Ton


Selasa, 28 Juli 2026 / 16:00 WIB
B50 Berlaku Penuh 2027, Kebutuhan CPO Diprediksi Tembus 17 Juta Ton
ILUSTRASI. Produksi CPO Indonesia (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memproyeksikan kebutuhan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebagai bahan baku biodiesel akan melonjak pada tahun depan. 

Peningkatan serapan domestik ini seiring dengan rencana pemberlakuan penuh program mandatori pencampuran biodiesel 50% (B50) oleh pemerintah secara menyeluruh.

Ketua Umum Gapki, Eddy Martono mengungkapkan, alokasi pasokan CPO untuk program B50 pada tahun ini masih relatif terkendali karena adanya masa penyesuaian operasional. 

Baca Juga: Astra Graphia Perkuat Bisnis Printing lewat Konversi Mesin Mono ke Color

Menurutnya, penambahan kebutuhan bahan baku untuk mendukung masa transisi selama dua bulan pertama tersebut dinilai belum akan membebankan pasokan CPO nasional secara ekstrem hingga penghujung tahun berjalan.

"Kalau untuk tahun ini seharusnya tidak ada masalah, sebab kebutuhan penambahan bahan baku CPO dengan adanya masa transisi 2 bulan (dari B40 ke B50) seharusnya tidak sampai 1,5 juta ton (total kebutuhan sekitar 14,5 juta ton)," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (28/7/2026).

Eddy mengungkapkan, tantangan pasokan baru akan terasa ketika skema B50 diterapkan secara penuh pada tahun 2027 mendatang. Di tengah kondisi produksi CPO nasional yang cenderung berjalan stagnan, lonjakan konsumsi dalam negeri berpotensi menekan volume ekspor serta berpengaruh terhadap dana Pungutan Ekspor (PE) yang dikelola oleh BPDP.

"Untuk tahun depan kalau diberlakukan penuh, kebutuhan bahan baku berkisar 16-17 juta ton. Dengan produksi yang saat ini stagnan memang bisa menyebabkan volume ekspor berkurang, sementara pembiayaan biodiesel dari Pungutan Ekspor (PE)," ungkapnya.

Kendati dibayangi ancaman penurunan volume pengapalan akibat pengalihan ke pasar domestik, kinerja ekspor sawit nasional sejauh ini mencatatkan tren positif. 

Eddy mencatat realisasi pengiriman CPO dan produk turunannya ke luar negeri hingga pertengahan tahun ini masih tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Ekspor sampai dengan Mei 2026 dibandingkan Mei 2025 justru naik 9,3%," pungkasnya.

Baca Juga: Astra Graphia (ASGR) Perkuat Bisnis IT Services

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU

[X]
×