kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

B50 Mulai Berlaku Oktober 2026, Ini Persiapan Infrastruktur Pertamina Patra Niaga


Senin, 28 September 2026 / 18:22 WIB
B50 Mulai Berlaku Oktober 2026, Ini Persiapan Infrastruktur Pertamina Patra Niaga
ILUSTRASI. PT Pertamina Patra Niaga memastikan infrastruktur untuk penerimaan bahan baku, pencampuran, penyimpanan, hingga distribusi B50 telah dipersiapkan (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Implementasi mandatori biodiesel 50% atau B50 memasuki tahap akhir masa transisi. PT Pertamina Patra Niaga memastikan infrastruktur untuk penerimaan bahan baku, pencampuran, penyimpanan, hingga distribusi B50 telah dipersiapkan menjelang penerapan penuh mulai 1 Oktober 2026.

B50 merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran 50% Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbahan baku sawit dan 50% solar berbasis fosil.

Pemerintah sebelumnya telah meluncurkan dan mulai mendistribusikan program B50 secara bertahap sejak 1 Juli 2026. Masa transisi berlangsung selama tiga bulan dan akan berakhir pada akhir September 2026. Setelah masa transisi selesai, B50 ditargetkan mulai disalurkan di seluruh wilayah Indonesia.

VP Corporate Communications Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora menjelaskan, peluncuran dan penyaluran B50 secara bertahap dilakukan Pertamina sejak 1 Juli 2026.

"Dalam implementasinya, Pertamina Patra Niaga terlibat langsung mulai dari proses penerimaan FAME, blending, penyimpanan hingga distribusi B50," ujarnya kepada Kontan, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: Aktivitas Tambang Emas Tanpa Izin Diduga Kembali Terjadi di Sangihe

Dari sisi infrastruktur, Kitty mengungkapkan Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan 40 titik serah FAME dengan safe capacity storage terminal eksisting mencapai 271.691 kiloliter (kl).

Selain itu, infrastruktur New Gantry System yang mendukung proses pengisian atau pemuatan B50 ke kendaraan atau tangki telah tersedia di 11 lokasi di Indonesia.

Dari sisi penyaluran, Kitty menyebut implementasi B50 saat ini dilakukan melalui jaringan terminal BBM Pertamina. Hingga September 2026, sebanyak 120 dari 121 terminal BBM di Indonesia telah mencakup implementasi B50.

Kitty mengatakan, perusahaan juga telah memastikan komposisi B50 sesuai dengan ketentuan dalam proses blending atau pencampuran.

"Untuk proses blending, Pertamina menggunakan dua metode, yaitu sequential blending dan inline blending," terangnya.

Baca Juga: Prospek Bisnis Galangan Kapal Positif, Ini Strategi Pelayaran Nasional Ekalya (ELPI)

Adapun untuk kebutuhan pasokan FAME dan minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) secara tahunan, Pertamina Patra Niaga mengikuti alokasi dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Dalam implementasinya, Kitty menjelaskan bahwa Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN).

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengatakan, produk B50 telah disalurkan ke sebanyak 6.050 SPBU hingga awal September 2026. Sementara itu, sebanyak 362 SPBU masih dalam tahap mendistribusikan B40.

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi sebelumnya mengungkapkan, penyaluran B50 telah mencapai 3,4 juta kiloliter hingga 7 September 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×