kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bagaimana rencana kerja Puradelta Lestari (DMAS) tahun ini? Begini kata manajemen


Jumat, 07 Februari 2020 / 17:01 WIB
Bagaimana rencana kerja Puradelta Lestari (DMAS) tahun ini? Begini kata manajemen
ILUSTRASI. Proyek pembangunan pabrik di kawasan industri terintegrasi PT Puradelta Lestari Tbk, Cikarang, Jawa Barat, Rabu (14/9). rencana kerja ./pho KONTAN/Carolus AGus Waluyo/14/09/2016.

Reporter: Amalia Fitri | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten penyedia lahan industri, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih menutup rancangan target pendapatan dan laba pada tahun 2020, meskipun performa perusahaan diestimasikan cemerlang sepanjang 2019.

Hal tersebut dinilai oleh perseroan berdasarkan permintaan lahan ke pipeline DMAS dengan luas lebih dari 150 hektare dari sektor industri maupun otomotif. Hal tersebut mampu menambah nilai closing perusahaan.

Baca Juga: Puradelta Lestari (DMAS) kantongi marketing sales jauh di atas target pada 2019

Tondy Siswanto, Direktur DMAS menyebutkan, rencana bisnis dan target kerja tahun 2020 akan diumumkan dalam waktu dekat. "Rencana kerja dan target akan diumumkan tidak lama lagi, sabar saja," ungkapnya kepada Kontan.co.id, Jumat (7/2).

Tondy melanjutkan sepanjang kuartal III 2019, pihaknya sudah berhasil mencapai target di angka Rp1,27 triliun dari target Rp1,26 triliun dan laba bersih senilai Rp759 miliar dari target Rp704 miliar.

"Laba bersih kami sebesar Rp759 miliar, meningkat sekitar 334,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp175 miliar di kuartal III 2019. Ini pencapaian yang sangat baik untuk kami," tambahnya.

Lebih lanjut, menilik laporan keuangan DMAS, tercatat lini penjualan lahan industri seluas 42,5 hektar menjadi penyokong pendapatan sebesar 51,1% atau Rp649 miliar pada periode kuartal III 2019.

Baca Juga: Punya aset Rp 56,8 triliun, Lippo Karawaci (LPKR) jadi raja properti

Selanjutnya, lini penjualan lahan komersial seluas 12,2 hektar berkontribusi sebesar 47,2% atau sebesar Rp599 miliar. Sisanya, sebesar 1,7% atau setara Rp22 miliar yang diisi oleh penjualan dari lini hotel, sewaan, dan hunian.




TERBARU

Close [X]
×