kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Bahlil Buka Opsi Ambil Gas C3–C4 Brunei untuk Bahan Baku LPG Nasional


Selasa, 17 Maret 2026 / 15:32 WIB
Bahlil Buka Opsi Ambil Gas C3–C4 Brunei untuk Bahan Baku LPG Nasional
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (DOK/diki mardiansyah )


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama pengembangan industri liquefied petroleum gas (LPG) dengan Brunei Darussalam untuk memperkuat ketahanan pasokan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, opsi pemanfaatan gas C3 dan C4 milik Brunei sebagai bahan baku LPG tengah dijajaki. Selain potensi impor bahan baku, pemerintah juga mempertimbangkan peluang pembangunan industri LPG di negara tersebut dengan pasar serapan di Indonesia.

“Kemarin kita di Brunei dengan Wakil Perdana Menterinya kita melakukan komunikasi bilateral. Transfer teknologi, kemudian mereka juga mau belajar ke Indonesia. Kita juga mengatakan kalau mereka mempunyai gas C3 C4 untuk bahan baku LPG, bisa kita ambil punya mereka juga atau kita bangun industri LPG di sana untuk offtaker-nya di Indonesia,” ujar Bahlil ditemui di Kantor Kementerian, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga: ESDM Pertimbangkan Impor Minyak dari Rusia, Prioritaskan Harga Kompetitif dan Pasokan

Menurut Bahlil, penjajakan ini merupakan bagian dari upaya diversifikasi sumber pasokan energi sekaligus memperkuat kerja sama strategis sektor migas di kawasan Asia Tenggara.

Sebelumnya, pertemuan bilateral Indonesia dan Brunei berlangsung di sela Indo Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Jepang. Dalam forum tersebut, kedua negara membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari penguatan ketahanan pasokan minyak hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Selain potensi kerja sama LPG, Indonesia juga membuka peluang penjajakan impor minyak bumi dari Brunei. Negara tersebut memiliki kapasitas produksi minyak sekitar 100.000–110.000 barel per hari yang dinilai dapat menjadi salah satu opsi untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik.

Di sisi lain, Brunei menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari pengalaman Indonesia dalam diversifikasi energi, termasuk pengembangan pembangkit berbasis energi baru terbarukan serta penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) oleh PT Pertamina (Persero) guna meningkatkan produksi dari sumur minyak tua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×