kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Ekspor Sawit Masih Prospektif Meski B50 Serap CPO Domestik


Jumat, 17 Juli 2026 / 17:53 WIB
Ekspor Sawit Masih Prospektif Meski B50 Serap CPO Domestik
ILUSTRASI. Implementasi mandatori biodiesel B50 diperkirakan belum akan mengganggu kinerja ekspor CPO hingga akhir 2026. ?(KONTaN/Baihaki)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Implementasi mandatori biodiesel B50 diperkirakan belum akan mengganggu kinerja ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya hingga akhir 2026. Meski penyerapan CPO di pasar domestik meningkat, ketersediaan pasokan dinilai masih mencukupi untuk memenuhi permintaan ekspor.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, tambahan kebutuhan bahan baku CPO untuk program B50 diperkirakan mencapai sekitar 1,74 juta ton, sehingga total kebutuhan CPO untuk biodiesel mencapai sekitar 14,4 juta ton sepanjang tahun ini.

"Kalau tahun ini seharusnya tidak ada masalah. Walaupun terjadi El Nino, kebutuhan tambahan bahan baku CPO untuk B50 maksimum sekitar 1,74 juta ton atau secara total sekitar 14,4 juta ton," ujar Eddy kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga: Listrik Desa Dikebut, Pemerintah Siapkan Dana Rp10,3 Triliun

Menurutnya, risiko terhadap ekspor baru akan mulai terasa apabila dampak El Nino berlanjut hingga 2027. Dalam kondisi tersebut, produksi sawit nasional berpotensi stagnan bahkan menurun sehingga porsi pasokan untuk pasar ekspor bisa berkurang.

"Kalau terjadi El Nino tahun 2027 baru terjadi masalah, karena bisa jadi produksi stagnan atau bahkan turun. Ini bisa mengurangi porsi ekspor, jumlahnya tergantung produksi dan permintaan ekspor pada 2027," jelasnya.

Data GAPKI menunjukkan, secara bulanan kinerja industri sawit memang mengalami perlambatan pada Mei 2026. Produksi CPO dan PKO turun menjadi 4,55 juta ton atau menyusut 7,16% dibandingkan April 2026 yang mencapai 4,90 juta ton.

Di sisi lain, total ekspor produk sawit pada Mei 2026 juga turun 28,14% secara bulanan menjadi 1,996 juta ton. Penurunan terjadi hampir di seluruh kategori produk, termasuk ekspor CPO yang anjlok 79,7% menjadi hanya 31.000 ton.

Nilai ekspor produk sawit pada Mei 2026 ikut terkoreksi menjadi US$ 2,49 miliar dari US$ 3,38 miliar pada April, seiring melemahnya harga rata-rata CPO CIF Rotterdam menjadi US$ 1.453 per ton dari US$ 1.566 per ton pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: Proyek LNG Abadi Masela Diresmikan, Kesejahteraan Masyarakat Lokal Harus Ditingkatkan

Namun secara kumulatif, kinerja industri sawit sepanjang Januari—Mei 2026 masih mencatat pertumbuhan positif. Total produksi mencapai 25,01 juta ton atau naik 10,68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara konsumsi domestik meningkat 5,33% menjadi 10,74 juta ton.

Ekspor produk sawit selama lima bulan pertama tahun ini juga tumbuh 10,26% secara tahunan menjadi 13,32 juta ton. Sejalan dengan itu, nilai ekspor meningkat 13,82% menjadi US$ 15,53 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi pasar tujuan, ekspor kumulatif ke China melonjak 46% dibandingkan Januari—Mei 2025. Pengiriman ke India naik 3%, Afrika meningkat 14%, dan Uni Eropa bertambah 3%, sedangkan ekspor ke Amerika Serikat masih turun 8%.

Dengan total produksi yang masih lebih tinggi dibandingkan konsumsi domestik dan ekspor, stok minyak sawit nasional hingga akhir Mei 2026 tercatat naik menjadi 3,04 juta ton, dari posisi awal tahun sebesar 2,07 juta ton. Kondisi ini dinilai masih menjadi bantalan pasokan di tengah peningkatan kebutuhan CPO untuk program B50 hingga akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×