kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.909   -2,00   -0,01%
  • IDX 6.145   -48,07   -0,78%
  • KOMPAS100 792   -4,34   -0,55%
  • LQ45 606   -2,13   -0,35%
  • ISSI 215   -2,63   -1,21%
  • IDX30 336   -1,55   -0,46%
  • IDXHIDIV20 430   -1,49   -0,35%
  • IDX80 90   -0,52   -0,57%
  • IDXV30 117   -0,82   -0,70%
  • IDXQ30 110   -0,18   -0,16%

Bahlil Ungkap Strategi Jaga Harga Nikel di Tengah Kebutuhan Smelter yang Tinggi


Rabu, 07 Oktober 2026 / 14:57 WIB
Bahlil Ungkap Strategi Jaga Harga Nikel di Tengah Kebutuhan Smelter yang Tinggi
ILUSTRASI. Smelter nikel Antam Mind ID - baterai kendaraan listrik (Dok/Mind ID)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkapkan sejumlah strategi untuk menjaga harga nikel di pasar global di tengah tingginya permintaan bahan baku dari industri pengolahan (smelter).

Bahlil menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pasokan untuk smelter harus tetap memperhitungkan kondisi dinamika supply and demand di tingkat global. 

Menurutnya, mematuhi seluruh permintaan kapasitas terpasang smelter tanpa perhitungan matang justru berisiko menurunkan harga nikel dan merugikan penerimaan negara.

Baca Juga: Okupansi Capai 87%, SCBD Jadi Lokomotif Pemulihan Pasar Perkantoran Jakarta

"Cara pandang kita itu begini, sekalipun kebutuhan smelter itu tinggi, tapi kita melihat produk akhirnya terhadap supply and demand global itu gimana? Kalau kita mengikuti terus permintaan smelter, itu harga kita pasti akan jatuh," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Bahlil mengungkapkan, pihaknya berencana mengatur tingkat produksi smelter agar tidak terjadi kelebihan pasokan (oversupply) yang dapat menekan harga jual komoditas mineral tersebut.

"Karena itu ada namanya strategi, kalau harganya jatuh, pemerintahnya tidak mendapatkan pendapatan maksimal, pengusahanya juga tidak mendapatkan pengusahanya maksimal. Dan barang kita kan tidak boleh jual murah," ungkapnya.

Terkait dengan proyeksi harga nikel hingga akhir tahun, Bahlil menyampaikan bahwa pihaknya masih terus melakukan kalkulasi dan tetap optimistis harga optimal.

"Kita maunya harus optimistis tinggi. Kalau kita harganya tinggi, kita produksinya tinggi. Kalau harganya lagi anjlok, jangan kita juga banjirin, nanti barang kita murah. Kita kan tidak mau barang kita dijual murah," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Cecep Mochammad Yasin menyatakan, kapasitas pengolahan nikel terus berkembang. 

"Smelter saat ini terverifikasi bahwa yang akan terbangun untuk nikel itu di angka 320 jutaan (ton) yang kami dapatkan. Tapi memang itu masih berkembang dari tahun-ke tahun, dan masih beberapa smelter yang terus berprogres untuk dalam waktu dekat juga akan ada beberapa yang commissioning," ujarnya di BIG Downstream Insight 2026, Jakarta, Selasa (7/10/2026).

Cecep menjelaskan, ketidaksesuaian antara kuota yang dimohonkan badan usaha dengan penetapan pemerintah didasari pertimbangan teknis. Evaluasi ketat dilakukan dengan melihat langsung kecukupan cadangan riil serta rekam jejak performa produksi dari masing-masing perusahaan tambang.

Baca Juga: Penyaluran Rumah Subsidi Baru 45,73% dari Target, Daya Beli Jadi Kendala

"Untuk case nikel kita tetapkan di tahun 2026 awal kemarin itu di angka 260 juta ton sampai 270 juta ton. Kemudian secara siklusnya kita melihat dari Triwulan  pertama, Triwulan kedua berapa produksi yang tercapai dengan data itu kita bisa lihat apakah memang kebutuhan smelter itu tercukup atau tidak. Akhirnya kita berikan kesempatan terkait dengan untuk revisi di bulan Juli," pungkas Cecep.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×