kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Bahlil Usul Anggaran Pengadaan Kompor Listrik Rp 815,56 Miliar pada Tahun 2027


Senin, 15 Juni 2026 / 19:06 WIB
Bahlil Usul Anggaran Pengadaan Kompor Listrik Rp 815,56 Miliar pada Tahun 2027
ILUSTRASI. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (KONTAN/Diki Mardiansyah)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran untuk pengadaan kompor listrik di pada Pagu Indikatif tahun 2027.

Tak tanggung-tanggung, anggaran yang dianjurkan Kementerian ESDM cukup jumbo yakni sebesar Rp 815,56 miliar. Di mana ini masuk ke pos anggaran milik Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE).

Baca Juga: Asperindo Ungkap Pajak Jadi Salah Satu Penyebab Tingginya Biaya Logistik Nasional

Bahli menjelaskan, besarnya anggaran tersebut untuk kompor listrik demi mewujudkan pengurangan konsumsi LPG dalam rangka mencari alternatif energi lainnya.

"Kompor listrik karena ini kita ingin mengurangi kebutuhan LPG, kita mencari untuk bauran energi lain, jadi energi yang kita dorong ke depan tidak hanya tentang LPG tapi kompor listrik, CNG, macam-macam kita buat, itu sebesar Rp 815,56 miliar," ujarnya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Selain kompor listrik, ada juga anggaran untuk pengadaan motor listrik yang mencapai Rp 635,24 miliar. Bahlil menuturkan, pihaknya bakal terus berkoordinasi dengan anggota DPR dalam menyalurkan kompor listrik ini nantinya.

"Ini saya pikir kita juga minta bantuan dari bapak ibu anggota DPR untuk bisa tahu kompor listrik ini yang membutuhkan di daerah-daerah mana saja supaya kita bisa melakukan kerja sama dan sinkronisasi," tandasnya.

Untuk diketahui, Kementerian ESDM mengusulkan anggaran untuk pagu indikatif 2027 sebesar Rp 27,33 triliun. Angka tersebut naik sekitar 26,11% jika dibandingkan pagu anggaran di tahun 2026 yang sebesar Rp 21,67 triliun.

Baca Juga: MORA Tancap Gas Pascamerger, Target 5 Juta Homepass dan 1,5 Juta Pelanggan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×