kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Banyak Model Baru, VinFast Optimistis Penjualan Mobil Listrik Melaju di Semester II


Kamis, 30 Juli 2026 / 20:29 WIB
Banyak Model Baru, VinFast Optimistis Penjualan Mobil Listrik Melaju di Semester II
ILUSTRASI. Pabrik Mobil Listrik Vinfast (DOK/Vinfast.)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. VinFast optimistis penjualan mobil listrik di Indonesia akan meningkat pada semester II 2026 seiring bertambahnya lini produk yang dipasarkan dan tren adopsi kendaraan listrik yang terus berkembang.

CEO VinFast Southeast Asia Antonio Zara mengatakan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik VinFast pada semester I lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri otomotif nasional. Menurutnya, pada paruh pertama tahun ini penjualan VinFast masih ditopang oleh satu model, yakni VF3.

"Berdasarkan laporan Gaikindo, industri tumbuh sekitar 14%. Kami melihat pertumbuhan kami lebih tinggi dari pasar dan kami memperkirakan akan tumbuh lebih lanjut pada semester kedua," ujar Antonio yang biasa dipanggil Toti di sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Kamis (30/7).

Baca Juga: Menperin Optimistis GIIAS 2026 Perkuat Daya Saing Industri Otomotif Nasional

Ia mengatakan prospek tersebut didukung oleh bertambahnya portofolio produk VinFast. Selain VF3, perusahaan kini mulai memasarkan VF7 yang bermain di segmen SUV, salah satu segmen dengan permintaan terbesar di Indonesia.

"Pada semester pertama model dengan volume terbesar kami hanya VF3. Sekarang kami memiliki VF7 yang bermain di segmen besar di Indonesia sehingga kami yakin pertumbuhan kami akan lebih baik pada semester kedua," katanya.

Meski optimistis, VinFast belum bisa mengungkapkan target penjualan hingga akhir tahun. Ia menegaskan bahwa Vinfast menargetkan penjualan sebanyak-banyaknya. "Tentu kami memiliki target, tetapi kami berharap menjual sebanyak-banyaknya," ujar Toti.

Ia menilai persaingan produsen kendaraan listrik di Indonesia justru menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar. Menurutnya, penetrasi kendaraan listrik di Indonesia masih relatif rendah sehingga seluruh pelaku industri masih memiliki ruang untuk tumbuh bersama.

"Penetrasi kendaraan listrik tahun lalu sekitar 12%, tahun ini sekitar 16%. Artinya pasar mobil bermesin pembakaran internal masih sekitar 84%. Pada tahap ini seluruh merek kendaraan listrik saling melengkapi untuk mengedukasi pasar mengenai manfaat kendaraan listrik," jelasnya.

Untuk memperkuat daya saing, VinFast mengandalkan strategi total cost of ownership (TCO). Perseroan menawarkan berbagai insentif kepada konsumen, mulai dari pengisian daya gratis hingga Maret 2029, gratis berlangganan pengisian baterai selama dua tahun, hingga program buyback yang mencapai 66% setelah empat tahun.

Menurut Toti, strategi tersebut membuat biaya kepemilikan kendaraan listrik VinFast lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar konvensional.

Baca Juga: Jaecoo Bukukan Penjualan 20.000 Unit pada Semester I, Optimistis Pasar EV Tumbuh

"Kami bukan hanya perusahaan mobil, tetapi bagian dari sebuah ekosistem. Dengan ekosistem tersebut, total biaya kepemilikan kendaraan menjadi lebih rendah dan itu menjadi pembeda kami di pasar," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×