Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bahtera Bumi Raya Tbk (PGJO) melalui anak usaha, PT Samudera Sejahtera Shipping menambah armada untuk memperkuat kinerja operasionalnya.
Sekretaris Perusahaan Bahtera Bumi Raya Natalia dalam keterbukaan informasi di BEI pada Rabu (22/7/2026) menjelaskan, pada hari itu pihaknya menerima armada satu unit tugboat dan satu unit tongkang senilai Rp 62 miliar. Penambahan armada ini diharapkan meningkatkan kapasitas angkutan laut sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.
“Pada tanggal 22 Juli 2026, Samudera Sejahtera Shipping telah menerima dua kapal dari PT Merah Putih Shipyard,” terang Natalia. Armada yang diterima terdiri atas Tugboat Sentosa 24001 (Hull No. MPS027) berukuran 30,00 meter x 8,60 meter x 4,12 meter dan Tongkang SENTOSA 3301 (Hull No. MPS028) berukuran 330 x 90 x 22 kaki.
Baca Juga: Industri Baja Butuh Penegakan Pajak demi Persaingan yang Sehat
Nilai keseluruhan transaksi mencapai Rp 62 miliar menurut Natalia di luar pajak pertambahan nilai (PPN). Rinciannya, pengadaan tugboat bernilai Rp 21 miliar, sedangkan tongkang senilai Rp 41 miliar.
Natalia menjelaskan penyerahan kapal ini bukan merupakan transaksi baru, melainkan realisasi dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang telah memperoleh persetujuan pemegang saham pada 24 Desember 2025.
Dari sisi regulasi, PGJO menyatakan transaksi tersebut memenuhi kriteria Transaksi Material sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020 berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025.
Meski demikian, karena transaksi dilakukan oleh PT Samudera Sejahtera Shipping yang merupakan anak usaha dengan kepemilikan saham PGJO sebesar 99,99%, transaksi tersebut memperoleh pengecualian sebagaimana diatur dalam Pasal 11 POJK Nomor 17/POJK.04/2020. Dengan demikian, tidak diwajibkan memperoleh pendapat kewajaran (fairness opinion) maupun meminta persetujuan RUPS kembali.
Perusahaan ini menegaskan bahwa transaksi ini tidak termasuk Transaksi Afiliasi berdasarkan POJK Nomor 42/POJK.04/2020 karena PT Merah Putih Shipyard selaku pihak penjual tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan maupun PT Samudera Sejahtera Shipping.
Dengan bertambahnya armada, PGJO berharap kapasitas operasional SSS dalam menjalankan jasa pelayaran dan pengangkutan laut semakin meningkat.
Ekspansi ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan volume usaha, memperkuat sumber pendapatan, serta memberikan kontribusi positif terhadap kinerja operasional dan kondisi keuangan perusahaan pada periode mendatang.
Saham PGJO turun 1,43% di level Rp 690 per saham hingga pukul 11.25 WIB Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: Industri Baja Butuh Penegakan Pajak demi Persaingan yang Sehat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














