kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Bandara Ngurah Rai kantongi Rp 300 miliar


Senin, 27 Mei 2013 / 16:59 WIB
ILUSTRASI. OECD ingatkan arus modal asing berisiko keluar, ini penyebabnya


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Angkasa Pura I (Persero) mengklaim telah memperoleh dana Rp 300 miliar hasil dari penyewaan ruang komersial yang ada di lokasi Bandara Ngurah Rai, Bali.

Tommy Soetomo, Direktur Utama AP I mengatakan, perolehan dana berasal dari lelang (tender) terbuka yang dilakukan pihaknya sejak awal 2013. Lelang yang dibuka tersebut meliputi sektor bisnis duty free, restoran, ritel, dan jasa pelayanan.

"Angka Rp 300 miliar ini masih akan bertambah lagi. Angka itu masih 80% dari luas ruang komersial yang ditawarkan," ujar Tommy kepada wartawan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (27/5).

Dia mengatakan, tahun ini pihaknya akan menggenjot pemasukan yang berasal dari penyewaan ruang komersial yang ada di bandara

Hary Budi Waluyo, Corporate Administration Department Head AP I mengatakan, pendapatan perusahaannya dari navigasi sudah tidak ada lagi.

Sebab, kini navigasi sudah bernaung dibawah Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) pada Januari 2013 lalu.

"Karena kehilangan dari navigasi tersebut, makanya kami akan memaksimalkan penyewaan ruang komersial," ujar Harry.

Dia menjelaskan, nantinya Bandara Ngurah Rai, Bali akan menyediakan merek-merek besar internasional salah satunya Dutyfry. "Dutyfry itu merek duty free yang berasal dari Swiss, kontraknya di Ngurah Rai sebesar Rp 125 miliar," terang Hary.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×