kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bangun 36 ribu rumah, Perumnas minta modal Rp 2 T


Senin, 27 Juli 2015 / 14:44 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Perum Perumnas masuk ke dalam program pembangunan satu juta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Dalam pelaksanaannya, Perumnas diperintahkan membangun 36 ribu rumah murah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Direktur Utama Perum Perumnas, Himawan Arief Sugoto, memaparkan pembangunan rumah murah dari Perumnas sudah mencapai 20 ribu. Untuk menambah pembangunannya, Arief mengaku butuh tambahan dana Rp 2 triliun dari Penyertaan Modal Negara (PMN).

"Kita sudah mengajukan meminta PMN tambahan Rp 2 triliun," ujar Himawan di kantor Kementerian BUMN, Senin (27/7).

Dengan anggaran yang ada saat ini, Perumnas mengaku kesulitan membangun rumah murah."Kementerian PU-Pera dan Wapres minta Perumnas bangun 36 ribu, cuma bensinnya sedikit," ungkap Himawan.

Himawan memaparkan Perumnas sedang mencari aset tanah milik BUMN yang bisa dialihfungsikan untuk pengembangan rumah murah. Hal tersebut untuk mencari solusi akibat kekurangan anggaran Perumnas.

"Anggaran sebagian beli tanah dan modal pembangunan, anggaran berkurang, jadi mencari aset milik BUMN," ungkap Himawan.

Himawan menambahkan dalam pembangunan satu juta rumah murah, Perumnas juga sudah bekerjasama dengan banyak pemerintah daerah yang sudah memiliki lahan kosong untuk pembangunan.

"Sekarang sudah kerjasama pemerintah daerah Sumatra Utara dua lokasi, terus ada Nias, Medan, Batam, dan Bengkulu," papar Himawan. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×