kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bangun kabel laut di Babel, PLN siapkan RP 1,5T


Jumat, 15 Desember 2017 / 15:20 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - BELITUNG. PT PLN (Persero) berencana membangun kabel laut untuk menyambungkan sistem kelistrikan wilayah Sumatera dengan wilayah Bangka Belitung (Babel). Hingga saat ini, wilayah Babel memang masih terisolasi dengan sistem kelistrikan Sumatera.

PLN menargetkan pembangunan kabel laut 150 kv Sumatera - Bangka ini bisa beroperasi pada 2020. Saat ini PLN sudah menyiapkan dua line bay extension di Gardu Induk Tanjung Api-Api. Pengurusan AMDAL dan sosialisasi pun sudah berjalan.

Rencananya kabel laut ini membutuhkan 36 kms dan 29 kms Saluran Udara Tegangan Tinggi  (SUTT). Total dana investasi yang harus disiapkan PLN mencapai Rp 1,5 triliun.

Susiana Mutia, GM PLN Wilayah Babel berharap pembangunan kabel laut ini bisa sesuai target. Dengan begitu, wilayah Babel bisa mendapatkan pasokan listrik dengan harga yang lebih murah yaitu dari energi batubara.

Pasalnya pasokan listrik wilayah Babel saat ini didapat dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan biaya pokok produksi (BPP) cukup mahal. Susi menyebut BPP PLTD bisa mencapai Rp 5.000-Rp 6.000 per kilowatt hour (kwh).

"Nanti komposisinya 60% dari batubara dan sisanya dari energi lain. BPP dari Rp 6.200 per kwh sampai Rp 1.600 per kwh. Nanti kami pikirkan lagi supaya BPP bisa lebih rendah dari harga jual sekarang," jelas Susi, Kamis (14/12).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×