kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.678   51,00   0,29%
  • IDX 6.547   5,37   0,08%
  • KOMPAS100 868   9,35   1,09%
  • LQ45 660   10,74   1,65%
  • ISSI 225   -1,94   -0,86%
  • IDX30 367   5,99   1,66%
  • IDXHIDIV20 459   9,11   2,03%
  • IDX80 99   1,33   1,36%
  • IDXV30 126   0,97   0,78%
  • IDXQ30 118   2,49   2,15%

PRAY Targetkan Miliki 21 Jaringan Rumah Sakit hingga Akhir 2026


Senin, 14 September 2026 / 14:14 WIB
PRAY Targetkan Miliki 21 Jaringan Rumah Sakit hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. CEO Primaya Hospital, Leona A Karnali (Dok/Pribadi)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) atau Primaya Hospital Group menargetkan untuk mengoperasikan 21 rumah sakit hingga akhir 2026, dengan total kapasitas lebih dari 3.000 tempat tidur.

Direktur Utama PRAY Leona A. Karnali mengatakan penambahan jaringan rumah sakit tersebut terutama didorong oleh rampungnya pembangunan BSD Hospital dan mulai beroperasinya gedung baru Primaya Hospital Cikini.

“Hingga semester pertama, perusahaan sudah memiliki 20 rumah sakit, termasuk  Primaya Hospital Cikini dan Primaya Hospital Kelapa Gading,” ungkap Leona, kepada Kontan.co.id, pekan lalu.

Baca Juga: VIDA Perkuat Digitalisasi Proses Dokumen di Sektor Jasa Pembayaran

Ia memaparkan, gedung baru dari rumah sakit Cikini saat ini sudah berada pada tahap akhir konstruksi. Manajemen memperkirakan operasional akan segera berpindah ke gedung baru tersebut dalam waktu dekat.

Sementara itu, untuk BSD Hospital masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2026.

Untuk menyukseskan agenda ekspansi tersebut, PRAY menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 900 miliar tahun ini. Hingga paruh pertama lalu, realisasi penggunaan capex telah mencapai sekitar 40% dari anggaran tersebut.

Menurutnya, serapan capex tersebut sebenarnya berada di bawa ekspektasi linier pada titik tengah tahun (idealnya sekitar 50%), karena perusahaan menerapkan pendekatan yang lebih prudent dan berhati-hati di tengah kondisi makro ekonomi saat ini.

“Mayoritas belanja modal dialokasikan untuk peralatan medis (medical equipment) dan pembangunan gedung (building), sejalan dengan proyek-proyek ekspansi flagship kami,” jelasnya.

Selain ekspansi rumah sakit, PRAY juga terus berupaya membangun ekosistem kesehatan yang holistik melalui pengembangan unit-unit non-rumah sakit. Sebagian besar unit ini menunjukkan pertumbuhan yang positif secara tahunan meski masih dalam tahap ramp-up.

Sebagai contoh, setelah akuisisi Lynas Medikal tahun lalu, PRAY juga telah mendirikan unit baru bernama Prima Dialisis Solusindo yang berfokus pada layanan hemodialisis khususnya pemeliharaan unit hemodialisa.

“ Inisiatif-inisiatif selain rumah sakit ini, kami pandang sebagai sumber pertumbuhan tambahan yang melengkapi strategi ekspansi rumah sakit kami ke depan,” pungkasnya.

Baca Juga: Pasokan Gas Dibatasi 80%, Industri Keramik Kurangi Produksi dan Tenaga Kerja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×