kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Indonesia Berpeluang Menjadi Magnet Baru Investasi Data Center Asia


Senin, 14 September 2026 / 13:01 WIB
Diperbarui Senin, 14 September 2026 / 13:09 WIB
Indonesia Berpeluang Menjadi Magnet Baru Investasi Data Center Asia
ILUSTRASI. Menurut hitungan PwC, bila pemerintah mendorong percepatan AI, belanja modal untuk data center di Indonesia bisa meningkat 31% dari skenario awal. (Dok/Digital Edge )


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia diperkirakan menjadi salah satu negara yang memperoleh tambahan investasi data center terbesar di Asia Pasifik. Ini seiring meningkatnya fokus pengembangan infrastruktur digital domestik.

Temuan ini diungkap dalam PwC Global Data Center Outlook. PwC memperkirakan penguatan infrastruktur digital nasional akan menggeser lokasi investasi global ke negara-negara dengan permintaan domestik yang besar dan kapasitas data center yang masih berkembang.

Indonesia disebut bersama India, Vietnam, Filipina, dan Thailand sebagai negara yang berpotensi menikmati lonjakan investasi. Menurut PwC, kondisi tersebut didorong oleh tingginya permintaan dalam negeri yang selama ini masih banyak dilayani oleh fasilitas data center regional.

Infrastructure Leader PwC Indonesia Agung Wiryawan mengatakan, meningkatnya kebutuhan digital di Indonesia menciptakan peluang besar bagi investasi data center. "Namun, peluang tersebut harus didukung pasokan listrik, konektivitas, lahan, dan kepastian kebijakan yang memadai,” sebut Agung dalam rilis resmi, Senin (14/9/2026).

Menurut laporan PwC Global Data Center Outlook, belanja modal atawa capital expenditure (capex) kumulatif untuk data center di kawasan Asia Pasifik berpotensi mencapai US$ 8,2 triliun, setara sekitar Rp 144.737,98 triliun, hingga 2050.

Baca Juga: Pasokan Gas Dibatasi 80%, Industri Keramik Kurangi Produksi dan Tenaga Kerja

Nah, bila pemerintah Indonesia ikut mendorong penggunaan teknologi akal imitasi (AI) agar makin masif, belanja modal perusahaan untuk data center di Indonesia bakal makin besar. Dalam skenario ini, PwC mengasumsikan pemerintah memilih tidak bergantung pada infrastruktur asing, terutama di layanan yang dianggap vital bagi ketahanan nasional, seperti layanan publik, sistem keuangan, layanan kesehatan, dan kedaulatan AI.

Dalam skenario ini, PwC menilai keuntungan terbesar diperoleh oleh kawasan yang memiliki permintaan domestik tinggi namun kapasitas infrastrukturnya masih minim. Asia Pasifik menjadi penerima manfaat terbesar secara absolut.

Akumulasi belanja modal di kawasan Asia Pasifik akan meningkat 7% di atas angka skenario dasar pada 2050. India, Vietnam, Indonesia, Filipina, dan Thailand berpotensi mencatat peningkatan capex signifikan, yang mencerminkan besarnya basis permintaan domestik yang selama ini dilayani secara tidak proporsional oleh pusat-pusat layanan regional.

Indonesia bahkan termasuk dalam daftar 15 negara dengan peluang pertumbuhan capex data center terbesar di dunia, bila pemerintah ikut terlibat mendorong percepatan AI. Menurut hitungan PwC, bila pemerintah mendorong percepatan AI, belanja modal untuk data center di Indonesia bisa meningkat 31% dari skenario awal.

Baca Juga: Investasi Data Center Berpacu dengan Pertumbuhan Permintaan

Kendati begitu, peluang pertumbuhan capex data center di Indonesia masih di bawah Vietnam, Filipina, dan Thailand.

"Indonesia tengah memasuki fase baru transformasi digital, di mana AI, adopsi cloud, dan layanan berbasis data semakin menjadi bagian penting dari pertumbuhan bisnis dan pembangunan ekonomi," sebut Abdullah Azis, Technology, Media & Telecommunications Leader PwC Indonesia.

Sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menarik investasi data center seiring pertumbuhan layanan cloud, AI, serta kebutuhan penyimpanan dan pengelolaan data.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×