Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA) berupaya memperluas pasar internasional untuk meningkatkan kontribusi pendapatan dari pelanggan non-afiliasi.
Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah mengatakan, hingga Juni 2026 kontribusi pendapatan perusahaan masih didominasi oleh pelanggan afiliasi sebesar 78%. Sementara itu, pelanggan non-afiliasi berkontribusi sebesar 22%.
"Ke depan, Elnusa akan terus berupaya meningkatkan kontribusi pasar non-afiliasi sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis kami," ujar Nelwin dalam paparan publik virtual, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Apindo Minta Kewajiban Kelola Sampah (EPR) Tak Jadi Pungutan Tambahan bagi Produsen
Untuk mencapai target tersebut, Elnusa akan memperkuat posisi di pasar domestik sekaligus memperluas ekspansi ke pasar internasional secara bertahap. Beberapa wilayah yang menjadi target pengembangan antara lain Aljazair, India, serta kawasan Asia Tenggara.
Selain ekspansi pasar, Elnusa juga akan melanjutkan strategi penguatan inovasi dan efisiensi operasional hingga akhir tahun. Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, mengatakan perusahaan terus mendorong pemanfaatan teknologi di sepanjang rantai nilai bisnis migas.
Salah satu inovasi yang dikembangkan Elnusa adalah Stryde, teknologi sistem akuisisi data seismik nirkabel (wireless seismic data acquisition system). Teknologi ini memungkinkan setiap sensor bekerja secara mandiri untuk merekam getaran tanah.
Teknologi tersebut telah diterapkan untuk kegiatan akuisisi data seismik 2D dan 3D darat di area Tedong milik Pertamina EP. Menurut dia, teknologi Stryde memberikan fleksibilitas lebih tinggi, efisiensi operasional, serta peningkatan kualitas data.
Baca Juga: Kadin Minta Kewajiban Produsen Kelola Sampah (EPR) Tak Bebani Industri
Selain itu, Elnusa juga mengembangkan Pertapixel, layanan geo-spatial digital yang mengintegrasikan teknologi drone, pemetaan udara, dan sistem informasi geografis (Geographic Information System/GIS).
"Layanan ini mendukung kebutuhan mulai dari pemetaan wilayah kerja, inspeksi aset, pemantauan fasilitas, hingga pengelolaan data spasial secara terintegrasi," kata Andri.
Di sisi lain, Elnusa juga mengembangkan layanan enhanced oil recovery (EOR). Salah satunya melalui proyek chemical EOR di Lapangan Rama, wilayah kerja Pertamina Hulu Offshore South Sumatra (PHOSS), yang mulai beroperasi pada Juni 2026.
Teknologi polymer flooding dalam proyek tersebut digunakan untuk meningkatkan kemampuan reservoir dalam mendorong minyak menuju sumur produksi, sehingga dapat meningkatkan recovery factor dan produksi minyak lapangan.
Selain itu, Elnusa mengembangkan Road Traffic Control (RTC), yakni pusat kendali pemantauan terintegrasi secara real-time 24 jam untuk armada distribusi bahan bakar.
Progres Proyek Infrastruktur Energi
Selain memperkuat bisnis jasa hulu migas, Elnusa juga berupaya memperkuat pengembangan bisnis infrastruktur energi.
Menurut Andri, upaya ini salah satunya dilakukan melalui proyek Terminal BBM Palaran, yakni proyek engineering, procurement, and construction (EPC) yang dirancang memiliki kapasitas penyimpanan BBM sebesar 37.500 kiloliter (KL) dengan total 12 tangki penyimpanan.
"Hingga Juni 2026, progres konstruksi proyek tersebut telah mencapai sekitar 3%," kata dia.
Baca Juga: Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, AirAsia Sesuaikan Operasional Penerbangan
Selain itu, Elnusa juga mengembangkan Terminal LPG Kolaka untuk mendukung kebutuhan distribusi LPG di Sulawesi Tenggara, khususnya dalam program konversi minyak tanah ke LPG.
Proyek tersebut memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 2 x 1.500 metrik ton (MT). Hingga Juni 2026, progres konstruksi Terminal LPG Kolaka telah mencapai sekitar 15%.
"Kedua proyek tersebut mempertegas peran Elnusa, tidak hanya sebagai penyedia jasa energi, tapi juga sebagai mitra pengembangan infrastruktur strategi nasional," imbuh Andri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














