kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Bapanas Sebut HET Minyakita Rp 15.700 Masih Realistis Jelang Lebaran 2026


Kamis, 05 Maret 2026 / 19:41 WIB
Bapanas Sebut HET Minyakita Rp 15.700 Masih Realistis Jelang Lebaran 2026


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakkita dinilai masih realistis di tengah kenaikan sejumlah barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Ramadhan dan Lebaran 2026.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebutkan HET Minyakita saat ini masih relevan dan sesuai dengan kondisi pasar. Harga tersebut juga telah mempertimbangkan tata kelola distribusi oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

Baca Juga: HET Minyakita Masih Realistis, YLKI Berharap Tidak Ada Kenaikan Lagi

"Sangat realistis. Minyakita itu adalah minyak pemerintah yang tata kelolanya diatur oleh Bulog," ujar Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (5/3/2026).

Sarwo menjelaskan, harga Minyakita dari Bulog berada di level Rp 14.500 per kilogram, sementara harga di tingkat pengecer mencapai Rp 15.700 per kilogram. Harga tersebut juga sesuai dengan yang tertera pada label kemasan produk.

"Harga dari Bulog Rp 14.500 per kilogram, harga di tingkat pengecer Rp 15.700 per kilogram, sesuai dengan label yang tertera di dalam kemasan," jelasnya.

Dengan demikian, pengecer masih memiliki margin keuntungan sekitar Rp 1.200 per kilogram. Berdasarkan perhitungan tersebut, Bapanas menilai HET Minyakita masih cukup realistis untuk menjaga keseimbangan harga di pasar.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga menilai HET Minyakita masih berada pada tingkat yang wajar.

Pemerintah memastikan kondisi harga dan pasokan barang kebutuhan pokok relatif stabil menjelang Lebaran.

Baca Juga: Awal Ramadan, Transaksi Tokopedia–TikTok Shop Naik Didukung Belanja Berbasis Konten

Menteri Perdagangan Budi Susanto mengatakan dirinya telah melakukan peninjauan ke sejumlah daerah untuk memastikan kondisi harga di lapangan.

"Kemarin saya ke Sulawesi, kemudian ke Pidie, Pidie Sigli di Aceh, lalu ke Tebing Tinggi di Sumatera. Pidie dan Tebing Tinggi ini wilayah yang terdampak banjir, tetapi kami lihat kemarin harganya bagus, normal semua, pasokan juga tidak ada masalah," ujar Budi di kantornya.

Ia juga menyebut kondisi serupa terjadi di Makassar, di mana harga bahan pokok masih relatif stabil.

"Harga bagus-bagus semua," tambahnya.

Budi menegaskan bahwa HET Minyakita saat ini masih dinilai realistis.

"Masih realistis," ucapnya.

Baca Juga: Stok Batubara PLTU Belum Pasti, APLSI Ungkap Belum Ada Tambahan Suplai

Sementara itu, Kepala Biro Humas Kemendag Kusuma Dewi menyampaikan bahwa HET minyak goreng rakyat tersebut masih tetap berlaku Rp 15.700 per kilogram hingga Lebaran.

"HET minyak goreng sampai dengan Lebaran ini masih berlaku sesuai yang ada sekarang yaitu Rp 15.700," kata Kusuma.

Menurutnya, kebijakan ini bertujuan memastikan masyarakat tetap dapat membeli kebutuhan pokok, termasuk minyak goreng, dengan harga yang terjangkau.

"Kami masih melihat kondisi saat ini dengan tujuan memastikan masyarakat dapat membeli bapok termasuk minyak goreng," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×