kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Awal Ramadan, Transaksi Tokopedia–TikTok Shop Naik Didukung Belanja Berbasis Konten


Kamis, 05 Maret 2026 / 19:02 WIB
Awal Ramadan, Transaksi Tokopedia–TikTok Shop Naik Didukung Belanja Berbasis Konten


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform Tokopedia dan TikTok Shop mencatat lonjakan transaksi pada awal Ramadan 2026, seiring menguatnya pergeseran perilaku belanja konsumen ke platform berbasis konten. 

Dalam periode 19–25 Februari 2026, sejumlah kategori utama seperti fesyen muslim serta makanan dan minuman dari merek lokal tumbuh rata-rata lebih dari lima kali lipat melalui program Ramadan Ekstra Seru 2026.

Kinerja tersebut ditopang meningkatnya aktivitas live shopping yang menjadi motor penemuan produk (discovery). Data internal menunjukkan, fitur live shopping ditonton lebih dari 3,4 juta kali pada awal Ramadan, mendorong produk seperti gamis, mukena, kopi, hingga ponsel menjadi komoditas terlaris di kedua platform.

Baca Juga: Ini Strategi Agar UMKM Panen Cuan di Tokopedia dan TikTok Shop Selama Ramadan

Communications Senior Lead Tokopedia & TikTok Shop Indonesia, Antonia Adega, menegaskan bahwa kekuatan discovery di TikTok kini memengaruhi pola perdagangan lintas platform.

“Kekuatan penemuan TikTok memengaruhi tren perdagangan di Tokopedia dan TikTok Shop. Pada awal Ramadan 2026, LIVE shopping ditonton lebih dari 3,4 juta kali, mendorong produk seperti gamis, mukena, kopi, ponsel, dan kemeja menjadi yang terlaris,” jelas Antonia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu malam (4/3).

Integrasi ekosistem digital tersebut juga memberi efek berganda terhadap perekonomian. Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 mencapai 4,87%, dengan momentum Ramadan menjadi salah satu penopang utama.

Dari sisi partisipasi pengguna, Edwin Lengkei, Communications Lead TikTok Indonesia, mengungkapkan tingginya keterlibatan komunitas selama periode Ramadan.

“Kekuatan penemuan dan dukungan komunitas di TikTok membantu pelaku usaha, termasuk UMKM, lebih mudah ditemukan calon pembeli di era discovery e-commerce. Semangat berbagi inilah yang ingin kami gaungkan melalui kampanye Ramadan Ekstra Seru,” kata Edwin.

Baca Juga: Tokopedia & TikTok Shop Dorong Penjual dan Kreator Affiliate Tembus Pasar

Pada 2025, tercatat lebih dari 21,9 juta unggahan video selama Ramadan, mencerminkan besarnya aktivitas kreator dan konsumen di platform berbasis video tersebut.

Selain mendorong transaksi ritel, Ramadhan juga dimanfaatkan untuk layanan keuangan digital. Tokopedia mencatat penghimpunan zakat fitrah secara online mencapai lebih dari Rp5,6 miliar per 31 Maret 2025 dari sekitar 120 ribu wajib zakat yang disalurkan melalui lembaga amil zakat.

Strategi diskon agresif, flash sale, subsidi ongkir, hingga gamifikasi belanja menjadi instrumen untuk menjaga trafik dan daya beli. Di sisi lain, integrasi konten dan perdagangan memperlihatkan pergeseran perilaku konsumen, dari pencarian berbasis kebutuhan menjadi berbasis inspirasi dan interaksi komunitas.

Momentum Ramadhan menunjukkan bahwa pertumbuhan industri e-commerce semakin ditentukan oleh kekuatan ekosistem, yakni menggabungkan konten, kreator, penjual, dan fitur transaksi untuk memaksimalkan peak season konsumsi domestik.

Baca Juga: TikTok Bantu Brand Maksimalkan Momentum Ramadan, Beri Dampak Nyata dan Terukur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×