kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

Gencar Ekspansi di Regional, Barito Pacific (BRPT): 90% Investasi Tetap di Indonesia


Senin, 21 September 2026 / 13:35 WIB
Diperbarui Senin, 21 September 2026 / 13:37 WIB
Gencar Ekspansi di Regional, Barito Pacific (BRPT): 90% Investasi Tetap di Indonesia
ILUSTRASI. Grup Barito menggelontorkan belanja modal sekitar US$ 5 miliar dalam 5 tahun terakhir, dengan 90% dialokasikan untuk investasi di Indonesia (Dok. Barito Pacific/Barito Pacific)


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) makin gencar memperluas ekspansi bisnisnya di kawasan regional. Di sisi lain, Grup Barito juga tetap menempatkan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan, investasi, konsolidasi, dan penciptaan nilai jangka panjang.

Grup Barito yang berada di bawah nakhoda konglomerasi Prajogo Pangestu ini sudah memiliki portofolio bisnis yang mencakup industri dasar dan energi terbarukan. Melalui sejumlah anak usahanya, Barito Pacific memperkuat posisi di sektor strategis sekaligus memperluas jangkauan bisnis ke pasar regional.

Lihat saja di sektor petrokimia. Grup Barito memiliki PT Chandra Asri Pacific (TPIA) yang jadi salah satu motor utama pengembangan industri petrokimia nasional. Diketahui, TPIA jadi perusahaan pertama di Indonesia yang mengoperasikan naphtha cracker untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri domestik.

Sementara di sektor energi terbarukan, Grup Barito memiliki PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Perusahaan ini mengoperasikan berbagai lapangan panas bumi dengan total kapasitas mencapai 926 MW. Kapasitas tersebut menjadi bagian dari kontribusi grup dalam menyediakan listrik bersih sekaligus mendukung agenda transisi energi Indonesia.

Baca Juga: Bahan Baku dan Promosi Naik, Laba Victoria Care (VICI) Anjlok 44% di Semester I-2026

Dalam beberapa tahun terakhir, Grup Barito Pacific meningkatkan ekspansi bisnis secara terintegrasi. Di sektor petrokimia, TPIA terus menambah kapasitas produksi dan mengembangkan berbagai produk turunan untuk mendukung kebutuhan industri domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Di sektor energi, BREN juga terus meningkatkan kapasitas terpasang energi hijau di wilayah operasionalnya.

Strategi ekspansi tersebut kini diperluas ke pasar regional melalui investasi dan akuisisi sejumlah aset strategis di luar negeri. Meski demikian, ekspansi regional tersebut tetap diarahkan untuk memperkuat basis bisnis dan industri di Indonesia.

"Ekspansi ini tidak hanya bertujuan mendorong pertumbuhan bisnis dan skala usaha, tetapi juga memperkuat basis industri kami di Indonesia sebagai yang mendorong pertumbuhan industri hilir. Melalui kepemilikan aset Aster di Singapura, Chandra Asri Group dapat mendukung ketahanan energi nasional dengan menyuplai produk petroleum vital, seperti bensin, bahan bakar jet, gas oil, dan bitumen untuk kebutuhan berbagai industri dalam negeri,” ujar Wakil Presiden Direktur BRPT Rudy Suparman.

“Ini merupakan strategi untuk mengkonsolidasikan pendapatan di Indonesia yang artinya memastikan bahwa skala usaha, pendapatan, keahlian, akses pasar, dan kapasitas pendanaan yang diperoleh melalui ekspansi regional tetap berada dalam kendali dan masuk ke laporan keuangan kami di sini,” tambah Rudy.

Kepemilikan Aster di Singapura menjadi salah satu bagian penting dari strategi tersebut. Aset regional ini memberikan Chandra Asri Group akses terhadap bisnis energi dan petrokimia yang lebih luas, sekaligus memperkuat kemampuan grup dalam melayani kebutuhan pasar Indonesia.

Investasi Berkelanjutan di Indonesia

Di tengah ekspansi regional, investasi Grup Barito di dalam negeri juga terus berlanjut.

Saat ini, Chandra Asri tengah membangun pabrik chlor-alkali dan ethylene dichloride atau CA-EDC dengan nilai investasi lebih dari US$ 800 juta.

Hingga pertengahan 2026, progres konstruksi proyek tersebut telah mencapai 72 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional tersebut dirancang untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku kimia strategis sekaligus memperkuat rantai industri domestik.

Baca Juga: Kementerian ESDM Menyatakan RKAB 3 Anak Usaha BYAN Rampung, Total 15 Juta-20 Juta Ton

Pembangunan proyek ini juga mendapat dukungan investasi dari Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority.

Di sektor energi terbarukan, BREN mengoperasikan kapasitas terpasang sekitar 1 gigawatt yang terdiri atas pembangkit panas bumi dan tenaga angin di sejumlah provinsi di Indonesia.

BREN juga terus meningkatkan kapasitas pembangkit panas bumi di Salak, Darajat, dan Wayang Windu. Ekspansi tersebut diarahkan untuk membawa kapasitas panas bumi grup melampaui 1 gigawatt pada akhir 2026.

 

Selain energi terbarukan, BRPT memiliki pijakan di sektor infrastruktur kelistrikan melalui Jawa 9 dan 10. Kedua unit pembangkit tersebut masing-masing memiliki kapasitas1.000 megawatt dan dijalankan bersama Indonesia Power.

BRPT pun telah menggelontorkan dana investasi yang cukup besar dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut juga menunjukkan posisi Indonesia sebagai basis utama ekspansi grup.

Rudy menambahkan, grup Barito telah menanamkan belanja modal sekitar US$ 5 miliar dalam lima tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, sekitar 90% dialokasikan untuk investasi di Indonesia.

Baca Juga: Hadapi Tekanan Industri, AirAsia Tetap Optimistis Memandang Prospek Bisnis

Menurutnya, alokasi investasi tersebut mencerminkan strategi ekspansi yang tetap menjadikan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan, sementara aset di luar negeri dimanfaatkan untuk memperluas pasar, mendiversifikasi sumber pendapatan, dan memperkuat daya saing grup secara keseluruhan.

Model bisnis tersebut menempatkan BRPT sebagai perusahaan Indonesia dengan jangkauan multinasional.

Ekspansi lintas negara dilakukan untuk memperluas skala usaha dan sumber pertumbuhan, namun tetap dengan Indonesia sebagai pusat kendali, konsolidasi, investasi, dan penciptaan nilai jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×