kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Baru 2 BUMN yang lahan sawitnya bersertifikat


Senin, 19 November 2012 / 20:38 WIB
Baru 2 BUMN yang lahan sawitnya bersertifikat
ILUSTRASI. Berbagai makanan yang mengandung vitamin D.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Indonesia boleh menjadi negara produsen kelapa sawit kelas dunia tapi ternyata Indonesia juga masih punya banyak lahan kebun kelapa sawit di Indonesia yang tidak bersertifikat CSPO (minyak sawit lestari). Termasuk lahan kelapa sawit yang dimiliki oleh BUMN.

"Dari jutaan hektar lahan kelapa sawit yang ada di Indonesia. Data per September 2012 baru 708 ribu hektar saja yang sudah bersertifikat," ujar Dewi Kusumadewi, Direktur RSPO (Rountable on Sustainable Palm Oil) RSPO di Gedung World Trade Center, Senin (19/11).

Dia mencontohkan baru tiga perusahaan produsen minyak sawit mendapatkan sertifikat lahan minyak sawit lestari. Tiga perusahaan tersebut yakni PT Asian Agri, PT Hindoli dan PT Musim Mas. Sementara baru dua BUMN yang menerapkan sertifikat lahan minyak sawit lestari, yakni PT Perkebunan Nusantara III dan PT Perkebunan Nusantara IV.

"Saya tidak tahu angkanya tapi baru dua BUMN itu saja yang mulai menerapkan sertifikat lahan minyak sawit lestari. Itu pun belum semuanya," ujar Desi.

Menurut Darrel Weber, Sekretaris Jenderal RSPO, sertifikat lahan minyak sawit lestari ini memang menjadi suatu hal yang baru bagi industri minyak sawit. Dia bilang banyak proses agar para stakeholder mau mendapatkan CSPO, mulai dari penolakan, ketertarikan, eksplorasi kemudian baru menerima. "Nah saat ini, prosesnya masih banyak penolakan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×