kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Prancis menolak pajak ekstra bagi CPO


Senin, 19 November 2012 / 13:24 WIB
ILUSTRASI. TAJUK - Syamsul Ashar


Reporter: Farrel Dewantara | Editor: Edy Can


JAKARTA. Parlemen Prancis akhirnya menampik pengenaan pajak ekstra bagi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Sekretaris Jenderal Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) Dareel Webber mengatakan, proposal itu akhirnya telah ditolak parlemen Prancis.

Sebelumnya Senator Yves Daudigny mengajukan pajak ekstra sebesar €300 per ton atau yang dikenal dengan istilah Nuttella Tax. Hal ini ditujukan agar perusahaan pengolahan makanan menggunakan minyak nabati yang lebih sehat.

Parlemen Prancis menolak usulann pajak tersebut dengan pengambilan suara. Suara parlemen yang menolak pajak tersebut berjumlah 186 suara melawan 155 suara.

Webber mengatakan, kampanye hitam terhadap CPO merupakan hal yang lazim. "Sebagai konsumen kami harus memberikan fakta. Jadi masih ada harapan pemasaran kelapa sawit," katanya, Senin (19/11)/

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×