kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.872   26,00   0,15%
  • IDX 8.968   30,83   0,35%
  • KOMPAS100 1.237   7,47   0,61%
  • LQ45 872   4,34   0,50%
  • ISSI 326   2,27   0,70%
  • IDX30 442   2,66   0,60%
  • IDXHIDIV20 522   4,52   0,87%
  • IDX80 138   0,84   0,61%
  • IDXV30 145   1,29   0,89%
  • IDXQ30 142   1,15   0,82%

Bawang merah pimpin penurunan harga komoditi pada Agustus 2011


Kamis, 18 Agustus 2011 / 15:06 WIB
Bawang merah pimpin penurunan harga komoditi pada Agustus 2011
ILUSTRASI. Petugas menunjukkan perbedaan Paspor Elektronik atau e-passport (kiri) dengan paspor biasa di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (20/11/2019). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/ama.


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Bawang merah memimpin rekor penurunan harga tertinggi dalam dua minggu di Agustus 2011. "Kenaikan harga masih terjadi pada beberapa komoditi, tapi bawang merah sudah turun," ungkap Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, di sela-sela pasar murah yang diselenggarakan di kantor Kementrian Perdagangan hari ini (18/8).

Data harga komoditi yang dirilis Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan menunjukkan harga rata-rata bawang merah di dua pekan Agustus 2011 turun menjadi Rp 18.339 per kilogram (kg) atau turun 13,76% dari posisi harga Juli 2011 sebesar Rp21.274 per kg.

Menyusul kemudian penurunan komoditi cabai merah keriting sebesar 3,11% dari harga Juli 2011 sebesar Rp14.497 per kg menjadi Rp14.047 per kg. Selain itu, tepung terigu pun menunjukkan penurunan sekitar 0,22% dari posisi Juli 2011 sebesar Rp7.604 per kg menjadi Rp7.602 per kg sebagai harga rata-rata pada dua pekan pertama Agustus 2011.

Untuk menjaga kestabilan harga dari segi distribusi barang, Kemendag menyediakan posko 24 jam yang dapat menerima keluhan dari masyarakat tentang pasokan komoditi. Posko itu tersedia di setiap wilayah serta berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengamankan kelancaran distribusi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×