kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.022,99   -3,35   -0.33%
  • EMAS974.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Bebas dari larangan impor binatang hidup, begini prospek bisnis Estika Tata Tiara


Kamis, 13 Februari 2020 / 21:01 WIB
Bebas dari larangan impor binatang hidup, begini prospek bisnis Estika Tata Tiara
ILUSTRASI. Produk daging sapi olahan produksi PT Estika Estika Tata Tiara Tbk. Estika Tata bebas dari larangan impor binatang hidup dari China karena bahan baku dipasok dari dalam negeri dan Australia.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) bebas dari larangan impor binatang hidup dari China karena seluruh bahan baku mereka, baik daging ayam maupun sapi dipasok dari dalam negeri dan Australia. 

Asal tahu saja untuk sebelum ini pemerintah Indonesia mengeluarkan aturan pelarangan impor sementara binatang hidup dari China untuk mengantisipasi penyebaran wabah COVID-2019 lewat hewan. Adapun peraturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 10 Tahun 2020 yang berlaku sejak 7 Februari 2020.

Baca Juga: Sektor pariwisata kena dampak virus corona, Indonesia bidik pasar di luar China

Direktur Utama Estika Tata Tiara Yustinus Sadmoko menjelaskan pelarangan impor sejumlah binatang hidup seperti sapi dan ayam tidak berdampak pada perusahaan. "Sebab selama ini kami impor sapi hidup dari Australia," jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (13/2). 

Meski diimpor bukan dari China, perseroan tetap mengantisipasi penyakit pada sapi dengan membeli sapi dari daerah yang bebas penyakit. Kemudian, penerapan bio security yang memadai di lokasi peternakan baik untuk sapi, pakan, maupun manusianya. Terakhir, perusahaan akan melakukan pengecekan rutin oleh dokter hewan yang standby di lokasi. 

Yustinus bilang pada dasarnya ternak sapi jauh lebih tahan penyakit dibanding unggas. Penyakit biasanya individual.

Adapun sebagian besar penyakit yang terjadi adalah sakit pencernaan karena perubahan pola makan, luka/cedera karena kontak antar sapi serta cacingan (sapi lokal). Atas penyakit-penyakit ini sudah ada Standard Operation (SOP) dan perlengkapan medis yang memadai. 

Baca Juga: Awas, virus corona mengintai penerimaan pajak

Selain bisnis di daging sapi, Estetika Tata Tiara juga memproduksi daging ayam olahan seperti chicken wings, burger ayam, chicken nugget dan sosis ayam. Yustinus bilang bahan baku daging ayam dibeli dari perusahaan pemotongan lokal. 

Yustinus memastikan perusahaan sudah memiliki sertifikat ISO 22000 untuk food safety yang menjadi jaminan seluruh bahan baku dan produk BEEF aman dari kontaminasi penyakit. 

Tak terguncang sentimen corona, Yustinus masih optimistis perusahaan mampu meraih pendapatan tumbuh lebih dari 50% menjadi sebesar Rp 1,82 triliun pada 2020.

Baca Juga: Kemendag terbitkan izin impor 62.000 ton bawang putih dari China dan India

Adapun kinerja labanya diproyeksikan bakal mengekor. Yustinus memproyeksikan, laba BEEF di 2020 bisa tumbuh hingga 42,95% menjadi Rp 88,21 miliar.

Yustinus percaya BEEF bisa mencapai pertumbuhan yang pesat di tahun depan karena banyak ekspansi yang akan dilakukan.

Hingga saat ini distribusi BEEF memang masih belum optimal. Buktinya dari 13.000 outlet  minimarket, produk BEEF baru dijual di 250 outlet. Di tahun depan, Yustinus menargetkan bisa menambah 1.000 outlet minimarket untuk meningkatkan penjualan baik daging sapi maupun olahan.

Baca Juga: Pemerintah telusuri kasus warga negara China yang terinfeksi corona usai dari Bali

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era Data Analysis with Excel Pivot Table

[X]
×