kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Begini gambaran kesiapan infrastruktur mobil listrik di Indonesia


Kamis, 05 September 2019 / 19:29 WIB

Begini gambaran kesiapan infrastruktur mobil listrik di Indonesia
ILUSTRASI. Tempat Pengisian Baterai Kendaraan Listrik

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah gencar melakukan program percepatan kendaraan berbasis listrik (KBL). Targetnya, jumlah kendaraan listrik sudah bisa mencapai 20% di tahun 2025.

Lantas bagaimana kondisi kesiapan sarana dan prasarana untuk mendukung program kendaraan listrik saat ini?

Menurut keterangan Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wanhar, kondisi sistem ketenagalistrikan di Indonesia sudah siap untuk mendukung program percepatan kendaraan bermotor listrik.

Mengutip data kondisi kelistrikan Kementerian ESDM hingga semester I 2019, Wanhar mengatakan bahwa kapasitas pembangkit nasional tercatat sebesar 65,8 Gigawatt (GW). Kapasitas ini ditopang oleh jaringan transmisi sepanjang 53.891,9 kilometer sirkuit (KMS).

Kondisi kelistrikan yang demikian diklaim mampu menunjang penggunaan mobil listrik, utamanya di beberapa wilayah-wilayah dengan cadangan daya listrik yang mampu menampung tambahan lonjakan daya seperti Jawa, Bali, dan lain-lain.

Untuk kesiapan infrastruktur Perpres Nomor 55 Tahun 2019 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik mengamanatkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk melakukan penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk KBL berbasis baterai. Upaya ini dilakukan melalui skema bernama Company Owned Company Operate (COCO).

Baca Juga: Aturan turunan mobil listrik belum terbit, DFSK masih ‘wait and see’

Mengacu kepada skema tersebut, PLN melalui Stasiun Pengisian Listrk Umum (SPLU) yang dimilikinya melakukan penjualan listrik secara langsung kepada end user.

Berdasarkan data PLN per April 2019, PLN tercatat telah memiliki sebanyak 7.024 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang tersebar di sebanyak 3.242 titik. Dalam hal ini, Jakarta menjadi kota dengan jumlah SPLU terbanyak, yakni sebesar 3.008 SPLU per April 2019. SPLU tersebut tersebar di sebanyak 1.377 titik di Jakarta Raya.


Reporter: Muhammad Julian
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan


Close [X]
×