Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID bersama PT Pertamina (Persero) memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan hilirisasi batubara sebagai bagian dari upaya diversifikasi dan penguatan ketahanan energi nasional.
Kerja sama ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong kemandirian energi dan pengurangan ketergantungan impor.
Kolaborasi tersebut difokuskan pada percepatan pengolahan batubara menjadi produk energi alternatif seperti Synthetic Natural Gas (SNG), Dimethyl Ether (DME), dan metanol. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat rantai nilai mineral, batubara, dan energi nasional secara terintegrasi.
Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P. Santosa menilai sinergi antara MIND ID dan Pertamina mencerminkan pendekatan terintegrasi dalam pembangunan sistem energi nasional.
Menurutnya, sebagai negara dengan kebutuhan energi yang terus meningkat, Indonesia memerlukan diversifikasi sumber energi berbasis sumber daya domestik.
Baca Juga: Pertamina Ungkap Investasi RDMP Balikpapan Tembus Rp 123 Triliun
“Kolaborasi antar-BUMN strategis dapat memperkuat fondasi energi nasional. Hilirisasi berbasis teknologi menjadi instrumen untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri sekaligus membangun sistem energi yang lebih efisien dan berorientasi jangka panjang,” ujar Sigit dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari mandat pemerintah kepada MIND ID untuk memperkuat struktur industri nasional melalui pengembangan rantai nilai mineral dan energi di dalam negeri.
Melalui kolaborasi dengan Pertamina, MIND ID mendorong hilirisasi batubara yang tidak hanya menghasilkan nilai tambah ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan impor energi, peningkatan daya saing industri, serta penciptaan lapangan kerja.
“MIND ID melalui Bukit Asam yang nantinya berperan sebagai pemasok, bersama-sama dengan Pertamina, akan mengawal setiap tahapan kerja sama ini hingga dapat direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Maroef.
Dalam skema kerja sama tersebut, Pertamina berperan sebagai offtaker sekaligus agregator infrastruktur distribusi. Dengan jaringan distribusi yang dimiliki, Pertamina diharapkan mampu memastikan produk hasil hilirisasi batubara seperti DME, SNG, dan metanol dapat terserap dan tersalurkan secara efektif ke sektor rumah tangga maupun industri sebagai substitusi energi impor.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa hilirisasi batubara menjadi salah satu opsi strategis dalam menjawab tantangan ketergantungan impor energi, khususnya LPG.
Baca Juga: Diversifikasi, Diamond Citra (DADA) Masuk ke Segmen Rumah Tapak Lewat Akuisisi PKSI
“Sebagai tulang punggung energi nasional, Pertamina berkomitmen mengoptimalkan infrastruktur distribusi yang ada untuk mendukung hilirisasi batubara bersama MIND ID. Langkah ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperluas akses energi yang lebih terjangkau,” ujar Simon.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), konsumsi LPG nasional pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 10 juta metrik ton (MT), sementara produksi domestik masih berada di kisaran 1,3 juta MT–1,4 juta MT. Kesenjangan tersebut selama ini ditutup melalui impor.
Adapun, Kerja sama strategis antara MIND ID dan Pertamina ditandai dengan penandatanganan kesepakatan yang disaksikan oleh Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P. Santosa dan Managing Director Industrialization Danantara Indonesia Ardy Muawin.
Sinergi MIND ID dan Pertamina melalui pengembangan teknologi coal to DME dan coal to SNG dinilai menjadi salah satu solusi strategis untuk menutup defisit pasokan energi tersebut dengan memanfaatkan sumber daya batu bara domestik.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung agenda hilirisasi industri dalam jangka panjang.
Selanjutnya: Pasien Super Flu Meninggal: Komorbid Ini Bikin Risiko Kematian 90% Lebih Tinggi
Menarik Dibaca: 12 Kebiasaan di Malam Hari yang Bikin Susah Kurus, Apa Saja?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













