kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Begini strategi Logindo Samudramakmur (LEAD) untuk tekan kerugian


Jumat, 11 Oktober 2019 / 19:33 WIB

Begini strategi Logindo Samudramakmur (LEAD) untuk tekan kerugian
perusahaan pelayaran PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD). Foto Dok LEAD

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) masih berfokus pada efisiensi. Sampai semester I 2019, perusahaan itu masih mencatat rugi bersih US$ 45,46 juta.

Sekretaris Perusahaan PT Logindo Samudramakmur Tbk Adrianus Iskandar mengatakan sejak dua tahun lalu memang industri offshore mengalami pelemahan. “Di 2018 kemarin kami berhasil menurunkan biaya kantor sekitar 10%,” katanya kepada Kontan.co.id, Jumat (11/10).

Tahun ini, targetnya pihaknya bakal menekan biaya penyusutan kapal 18% melalui penjualan kapal yang tidak produktif. Selain itu, LEAD juga bakal mengurangi biaya bunga dengan target 20% sampai 25% melalui program restrukturisasi.

Baca Juga: Agar lebih efisien, Logindo Samudramakmur (LEAD) akan jual tiga kapal tua

Catatan Kontan.co.id, pada Agustus 2019 lalu salah satu aksi korporasi dalam restrukturisasi itu, LEAD memperpanjang utang obligasi senilai S$ 50 juta menjadi pinjaman jangka panjang ke Bank UOB Singapura. 

Sejatinya, utang obligasi tersebut jatuh tempo pada 3 Februari 2020. Obligasi Logindo yang jatuh tempo pada 3 Februari 2020 akan dilunasi oleh Bank UOB Singapura dan diubah menjadi pinjaman ke Bank UOB Singapura.

Restrukturisasi utang tersebut menjadi pinjaman dalam jangka lima tahun. Dengan transaksi tersebut, sekaligus membuat seluruh pinjaman perseroan ke Bank UOB Singapura dan DBS Singapura senilai US$ 60 juta telah disetujui untuk diperlunak dan diperpanjang tenornya selama lima tahun.

Baca Juga: Logindo Samudramakmur (LEAD) perpanjang utang obligasi S$ 50 juta

LEAD tidak diwajibkan melakukan pembayaran bunga selama masa tenor pinjaman. Seluruh bunga yang terhutang atas seluruh pinjaman akan dikapitalisasi dan dibayarkan di akhir tahun kelima. Adapun, bunga pinjaman yang dikapitalisasi lebih rendah 25% dari tingkat bunga saat ini.

Mengutip keterangan LEAD, nantinya arus kas perusahaan untuk pembayaran principal dan bunga akan jauh berkurang selama lima tahun ke depan.


Reporter: Harry Muthahhari
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan


Close [X]
×