kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Beleid Impor Ikan Menunggu Diteken Menteri KKP


Selasa, 27 Juli 2010 / 15:16 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |



JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hampir selesai merampungkan beleid impor ikan. Pasalnya, draft aturan tesebut hanya menunggu diteken oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Fadel Muhammad. Beleid ini diperkirakan akan mulai berlaku Agustus 2010 mendatang.

Aturan itu nantinya akan memperketat ikan masuk ke Indonesia. Tujuannya, untuk menjaga kepentingan konsumen di dalam negeri baik dari segi kesehatan maupun dari segi standar dan mutu.

"Aturan itu dari Biro Hukum sudah selesai, hanya menunggu diteken saja," kata Saut Hutagalung, Direktur Pemasaran Luar Negeri, KKP dalam sebuah diskusi di kantor Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (KIARA) di Jakarta, Selasa. (27/7).

Saut menyebutkan, pemerintah membikin aturan tersebut karena adanya masalah kesehatan dari ikan-ikan hasil usungan dari negeri tetangga. Misalnya, ikan impor tersebut mengandung formalin. Sselain itu, ada pula ikan yang kandungan airnya cukup tinggi, mencapai 40%."Kalau ikan dengan kadar air yang tinggi, itu namanya impor air dan ini tentu merugikan konsumen," kata Saut.

Beleid itu juga mengatur soal standar mutu, kesehatan dan juga soal penggunaan label nama ikan yang harus sesuai dengan ikan yang diimpor. Pasalnya, pada periode Januari hingga April 2010 lalu, DKP menemukan adanya peredaran ikan impor yang tidak mencantumkan nama sebenarnya, sehingga konsumen mengalami penipuan.

"Jika yang diimpor itu adalah patin, maka nama labelnya harus menggunakan nama patin dan tidak boleh menggunakan nama lainnya," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×