kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Bengkulu dan Papua Rawan Kenaikan Harga Beras


Rabu, 21 Juli 2010 / 14:52 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |



BANDUNG. Kenaikan harga bahan pokok yang paling rawan yang terjadi di daerah adalah Provinsi Bengkulu dan Papua.

"Di Papua, berdasarkan pantauan kami, harga beras sudah naik lebih dari 10%," kata Gunaryo, Sekretaris Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri di sela-sela pemantauan harga di pasar Sederhana Bandung, Rabu (21/7).

Gunaryo menyebutkan, harga bahan pokok di daerah naik karena daerah itu bukanlah sentra produksi bahan pokok, terutama beras. Misalnya saja Bengkulu, tidak memproduksi beras kualitas medium ke bawah; sehingga beras bermutu sedang bakal diusung dari provinsi lainnya.

Gunaryo menghitung, lantaran persediaan beras dengan kualitas medium menipis, maka mau tak mau harga beras di Bengkulu pun terkerek naik. Apalagi, terjadi peningkatan pembelian sementara stok terbatas.

"Sebaiknya pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan SubDivre Bulog agar segera melakukan operasi pasar beras," harap Gunaryo.

Segendang seperjogetan dengan harga di Bengkulu, tegas Gunaryo, harga bahan pokok di Papua pun meningkat. Sayangnya, ia enggan memerinci kenaikan harga beras di Papua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×