kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Bentuk insentif pemerintah pada industri CPO terbatas pada penghapusan bea ekspor


Selasa, 11 Desember 2018 / 15:43 WIB
ILUSTRASI. Panen kelapa sawit


Reporter: Kiki Safitri | Editor: Yudho Winarto

Menurut Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Ir Bambang sejauh ini bentuk insentif untuk ekspor CPO sudah tidak ditambahkan lagi. Hal ini mengingat pemerintah terus berupaya untuk lebih mendorong ekspor dalam bentuk bahan jadi daripada bahan mentah.

“Sudah cukup itu, dan sudah membantu. Kita minta kesadaran, semata untuk kebaikan semuanya dan bukan pemerintah saja. Kalau saya melihatnya untuk sementara kita butuh ekspor dalam jumlah besar harusnya kita dorong industri mengolah lebih banyak lagi supaya tidak hanya menjual CPO dalam bentuk mentah saja,” kata Bambang.

Bambang menilai bahwa dengan pemangkasan bea ekspor CPO ini, secara langsung tidak mempengaruhi harga, karena penentu harga adalah pasar global.

Namun pemerintah menyadari harga yang merosot di pasar global secara tidak langsung mengurangi pendapatan petani sawit dengan harga TBS yang turut anjlok.

“Tapi pemerintah menyadari dengan kondisi harga CPO yang merosot kita memberi perhatian pada aktivitas industri untuk meringankan, kita minta partisipasi dengan harga TBS yang wajar,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×