kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Beroperasi lebih cepat 8 bulan, PLN berpotensi hemat Rp 1 triliun dari PLTU Jawa 8


Senin, 17 Februari 2020 / 17:21 WIB
ILUSTRASI. PLN berpotensi melakukan penghematan biaya operasi sekitar Rp 1 triliun dari pengoperasian PLTU Jawa 8. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/01/08/2018


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berpotensi melakukan penghematan biaya operasi sekitar Rp 1 triliun dari pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi II alias PLTU Jawa 8.

Pembangkit berkapasitas 1.000 Mega Watt (MW) yang berlokasi di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah ini telah beroperasi komersial alias Commercial Operation Date (COD) pada akhir 2019. Pengoperasian tersebut lebih cepat dari target, sehingga menciptakan potensi penghematan biaya operasi bagi perusahaan setrum plat merah itu.

Baca Juga: Rampingkan anak usaha, PGN (PGAS) lakukan restrukturisasi dalam dua tahun ke depan

"Pembangunan PLTU ini berhasil lebih cepat delapan bulan dari target awal operasional yaitu Augustus 2020. Ini menunjukkan pasokan listrik PLN semakin aman dan andal, juga siap untuk mendorong pembangunan investasi Indonesia,” terang Direktur Bisnis PLN Regional Jawa, Madura dan Bali, Haryanto W.S. dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/2).

Haryanto mengatakan, dari total kapasitas 1000 MW, sebesar 945 MW yang digunakan PLN, Sedangkan 55 MW akan dipakai untuk menggerakan mesin di PLTU tersebut.




TERBARU

[X]
×