kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Beroperasi Setahun, Startup Akuakultur Ini Terus Meniti Peluang di Indonesia


Minggu, 25 September 2022 / 15:32 WIB
ILUSTRASI. dok/The Spruce Eats


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Memasuki masa satu tahun berbisnis, startup akuakultur Indonesia, Delos masih terus meniti peluang. CEO Delos, Guntur Mallarangeng mengatakan, Delos terus mengejar ambisi menjadikan Indonesia sebagai produsen udang terbesar di dunia. Selain itu menjadi pemimpin Revolusi Biru serta membekali para petambak dengan teknologi berbasis sains dan manajemen operasional.

"Perjalanan sebagai pemimpin revolusi biru akuakultur Indonesia akan terus berlangsung. Kami berkomitmen membantu serta mendukung para petambak untuk meingkatkan produktivitas panen mereka,” kata Guntur, dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (24/9).  

Menurutnya,  menjadikan Indonesia sebagai pemain utama ekspor udang dunia memang tidak mudah. "Namun, dengan potensi alam dan sumber daya manusia yang dikelola dengan baik, Delos percaya mimpi ini akan segera tergapai,” terang Guntur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×