kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Bersiap! Di 2022, tak akan lagi layanan SMS dan telepon


Jumat, 07 Februari 2020 / 04:14 WIB
Bersiap! Di 2022, tak akan lagi layanan SMS dan telepon
ILUSTRASI. Seorang teknisi melakukan perawatan Base Transceiver Station (BTS) Indosat di Jakarta. KONTAN/Fransiskus Simbolon/30/12/2014

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Layanan telepon dan SMS bakal tidak lagi ditemukan di 2022. Benarkah? 

Menurut Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi, perusahaan telekomunikasi diprediksi akan segera menghentikan dua layanan itu pada 2022. Dia bilang, saat ini para perusahaan telekomunikasi sedang menuju transisi karena penggunaan layanan telepon dan SMS terus berkurang. 

"Secara alamiah, memang ada penurunan karena semakin sedikit orang membeli pulsa untuk telepon dan SMS," ucapnya saat ditemui di Kompas.com, di Balai Kartini, Rabu (5/2/2020). 

Baca Juga: Pemanfaatan frekuensi 700 MHz untuk seluler dapat datangkan pemasukan Rp 143 triliun

Untuk saat ini saja, Heru mengatakan, tinggal 30% masyarakat Indonesia menggunakan telepon. SMS juga kian ditinggalkan. Kini, ucapnya, hanya sekitar 10% masyarakat yang masih menggunakan SMS. 

Saat ini, kata Heru, bisnis voice dan SMS tidak lagi bisa diandalkan oleh operator karena sudah tergantikan oleh layanan teknologi digital baru over-the-top (OTT), misalnya WhatsApp. Disrupsi teknologi tersebut mengubah banyak hal, mulai dari bisnis, kompetisi, adopsi dan inovasi teknologi, hingga perubahan organisasi. 

Baca Juga: Pemerintah menyiapkan dua skema pemblokiran ponsel BM

“Disrupsi tidak bisa dihindari dan harus dihadapi operator telekomunikasi," ucapnya. 




TERBARU

Close [X]
×