Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengadaan 25.000 unit motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berpotensi menjadi katalis pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional, khususnya segmen roda dua dan roda tiga.
Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik (Periklindo) Moeldoko mengatakan, pesanan kendaraan listrik dalam jumlah besar seperti yang dilakukan BGN akan memberikan stimulus signifikan bagi industri yang selama ini didominasi pelaku usaha skala kecil dan menengah.
“Saya pikir itu kalau digerakkan jadi pertumbuhan industri di sektor itu, khususnya roda dua dan roda tiga itu akan betul-betul membantu ya karena ini relatif industri kecil yang roda dua dan roda tiga itu,” ujarnya ditemui usai agenda Forum Group Discussion (FGD) di Menara Kompas, Rabu (8/4/2026).
Ia juga mendorong agar pengadaan tersebut tidak hanya difokuskan pada motor listrik roda dua, tetapi juga roda tiga yang dinilai memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam operasional lapangan. Kendaraan roda tiga, kata dia, mampu mengangkut berbagai kebutuhan distribusi sehingga relevan untuk mendukung program pemerintah.
Baca Juga: API Ungkap Peluang dan Tantangan Pengembangan Panas Bumi pada 2026, Begini Catatannya
Dari sisi infrastruktur pengisian, Moeldoko melihat operasional kendaraan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru memudahkan pengelolaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Hal ini lantaran pola rute distribusi yang cenderung tetap.
“Rutenya klasik dari situ ke situ, balik lagi, dari situ ke situ, balik lagi. Nah itu semakin mudah untuk memanage bagaimana menempatkan SPKLU itu. Nah itu. Jadi kalau perputarannya dari kampung ini ke kampung ini ke kampung ini ya gampang gitu,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyediaan infrastruktur pengisian tidak harus sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Industri, menurutnya, dapat didorong untuk menyediakan ekosistem pendukung sekaligus, termasuk SPKLU.
Terkait kesiapan produksi, Moeldoko memastikan pelaku industri kendaraan listrik nasional dalam kondisi siap apabila terjadi lonjakan permintaan.
“Sangat siap,” tegasnya.
Sebelumnya, BGN mencatat telah menganggarkan pengadaan 25.000 unit sepeda motor listrik untuk mendukung operasional program MBG. Namun, realisasi hingga saat ini baru mencapai 21.801 unit.
Baca Juga: Petrokimia Gresik Bantu Dorong Produktivitas dan Pendapatan Petani Melon Pantura
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan jumlah tersebut sekaligus meluruskan informasi yang sempat beredar di media sosial terkait klaim pengadaan hingga 70.000 unit.
“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan pada 2025,” kata Dadan dalam keterangan pers, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, pengadaan dilakukan untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjalankan program MBG. Meski sebagian besar unit telah terealisasi, kendaraan tersebut belum didistribusikan karena masih menunggu proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan agar belanja dalam program MBG tetap berfokus pada kebutuhan utama, yakni penyediaan makanan bergizi.
Menurutnya, pengadaan sarana pendukung seperti motor listrik perlu mempertimbangkan urgensi agar tidak menggeser prioritas program.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













