kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Tanpa Insentif, Indomobil EMotor Optimis Penjualan Motor Listrik Naik 2 Kali Lipat


Selasa, 07 April 2026 / 19:51 WIB
Tanpa Insentif, Indomobil EMotor Optimis Penjualan Motor Listrik Naik 2 Kali Lipat
ILUSTRASI. Motor Listrik Adora dari Indomobil Emotor (KONTAN/Leni Wandira)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Indomobil EMotor Internasional, anak perusahaan Indomobil Group yang bergerak di bidang otomotif, fokus sebagai produsen dan distributor sepeda motor listrik di Indonesia menyebut meski tanpa insentif, industri motor listrik dalam negeri akan meningkat penjualannya hingga 2 kali lipat dibandingkan penjualan sepanjang tahun 2025. 

CEO PT Indomobil EMotor Internasional, Pius Wirawan mengakui bahwa salah satu pendorong peningkatan permintaan motor listrik adalah potensi krisis energi akibat konflik di Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri. 

“Salah satu faktor (potensi peningkatan harga BBM) iya. Tapi bukan faktor utamanya karena mostly masyarakat sudah memperhatikan produk mobil listrik dari jauh-jauh hari. Untuk 2026 peningkatannya bisa dibilang 2 kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu,” ungkap Pius kepada Kontan, Selasa (07/04/2026). 

Meski begitu, Pius menyebut faktor lain yang bekerja dalam peningkatan permintaan adalah sudah terciptanya ekosistem motor listrik di Indonesia yang terbukti memiliki beberapa keunggulan. Khususnya pada sisi efisiensi energi dan ramah lingkungan. 

Baca Juga: Alva Grup Indika(INDY) Ungkap Dampak Kenaikan Harga Minyak ke Penjualan Motor Listrik

“Karena kita sudah konsisten membangun market, ini muncul snowball effect. Jadi semakin banyak orang yang aware dan percaya memilih produk motor listrik sehingga peningkatan terjadi,” ungkapnya. 

Di sisi lain, Indomobil EMotor Internasional menilai penghentian insentif mobil listrik pada akhir tahun 2025 oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tidak berpengaruh pada penurunan permintaan sektor kendaraan listrik, khususnya motor. 

“Menurut saya sudah tidak ada pengaruhnya, karena pada 2025 kan sudah berhenti subsidi, pada 2025 sudah tidak ada. Tapi, sekarang masyarakat Indonesia juga sudah tahu, produk dan kualitasnya yang bagus dan solusi untuk hemat, jadi sudah tidak terlalu terpengaruh,” ungkapnya. 

Meski begitu, dia tidak menutup kemungkinan bahwa jika pemerintah membuka kembali insentif mobil dan motor listrik maka gejolak pembelian akan semakin terasa. 

Baca Juga: Lonjakan Harga Minyak Dorong Penjualan Motor Listrik, Aismoli Targetkan 100.000 Unit

“Tapi saat ini, tidak ada subsidi tidak memberikan dampak negatif, karena titiknya sekarang secara organik,” ungkapnya. 

Asal tahu saja, sebelumnya dalam catatan Kontan, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi mengatakan, fokus pelaku industri kini bukan lagi mengejar pertumbuhan agresif namun menjaga tren peningkatan penjualan secara bertahap. 

Dalam catatan asosiasi setelah 2025 membukukan penjualan sekitar 55.059 unit motor listrik berdasarkan data SRUT Kemenhub. 

“Tahun ini kita enggak muluk-muluk. Kalau sekarang 55.000 unit, kalau tahun 2026 kita targetkan naik 25.000 unit, berarti bisa mencapai 75.000 unit,” ujar Budi beberapa waktu lalu. 

Untuk mencapai target tersebut, Aismoli ungkap dia telah menyiapkan tiga skema proyeksi, yakni optimistis, moderat, dan pertengahan. Namun, dengan kepastian tidak adanya subsidi pada 2026, pelaku industri lebih mengandalkan strategi internal dan penguatan ekosistem.

Baca Juga: Mobilitas Kembali Normal Pasca Lebaran, Motor Listrik Jadi Alternatif Hemat BBM

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×