kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.922   11,00   0,06%
  • IDX 6.412   77,75   1,23%
  • KOMPAS100 847   11,30   1,35%
  • LQ45 638   5,57   0,88%
  • ISSI 221   3,00   1,38%
  • IDX30 359   2,43   0,68%
  • IDXHIDIV20 443   1,50   0,34%
  • IDX80 96   1,16   1,22%
  • IDXV30 120   0,93   0,78%
  • IDXQ30 115   0,46   0,40%

BI Rate naik, industri cari utang ke luar negeri


Senin, 24 November 2014 / 11:39 WIB
ILUSTRASI. kawat tembaga. REUTERS/Aly Song/File Photo


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kenaikan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) telah membuat bunga pinjaman perbankan juga meningkat. Hal itu menyebabkan beban pendanaan di sektor industri meningkat.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Ansari Bukhari menjelaskan, dampak kenaikan bunga pinjaman menjadikan beban pendanaan terus naik. "Kami melihat Bank Indonesia meningkatkan BI rate untuk mengendalikan inflasi. Tapi dari aspek industri, itu akan meningkatkan beban pendanaan untuk sektor industri," ujarnya Senin, (24/11).

Dengan kenaikan suku bunga pinjaman tersebut, saat ini pelaku industri dalam negeri sudah mencari sumber pendanaan alternatif yang lain. Alternatif pinjaman terutama didapatkan dari lembaga keuangan luar negeri, sebab bunga di luar negeri dinilai lebih murah.

"Ini artinya, Indonesia belum mandiri secara ekonomi, karena masih mencari pendanaan di luar negeri," ujar Ansari.

Seperti diketahui, setelah bertahan di angka 7,50%, akhirnya Bank Indonesia pada pekan lalu menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 7,75%. Akibat kenaikan suku bunga BI tersebut, perbankan lokal jika menaikkan bunga kreditnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×